Blog / Relationship Tips / Tips Minim Drama saat Wedding Planning ala Alika Islamadina bersama Mama Yuanita Rohali

Tips Minim Drama saat Wedding Planning ala Alika Islamadina bersama Mama Yuanita Rohali

Warna:
Tambahkan ke Board
tips-minim-drama-saat-wedding-planning-ala-alika-islamadina-bersama-mama-yuanita-rohali-1

Memulai sebuah persiapan pernikahan bisa jadi hal yang penuh tantangan. Apalagi, ini menjadi pengalaman pertama yang harus dihadapi oleh setiap pasangan. Diperlukan waktu berbulan-bulan untuk menciptakan sebuah momen perayaan sakral yang sempurna. Namun, peluang muncul masalah akan selalu ada. Terutama, bagi pasangan yang harus mempersiapkan pernikahan di masa pandemi Covid-19. Sejumlah prosedur hingga peraturan baru terkait pelaksanaan pernikahan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), menjadi pertimbangan yang terus membayangi setiap calon pengantin dalam merancang pernikahan. "Yang paling membuat cemas adalah, jika nantinya akan ada lagi perubahan peraturan dari pemerintah, ketika kita sudah mempersiapkan segalanya. Jadi memang, persiapan mental dan keihklasan menjadi yang utama, saat harus merencanakan pernikahan di tengah pandemi," ungkap Yuanita Rohali, ibu dari Alika Islamadina.

Meski demikian, pandemi bukan berarti menjadi satu-satunya tantangan. Layaknya pepatah mengatakan, langkah pertama selalu menjadi yang tersulit. Begitu pun saat pertama kali Alika hendak mengemukakan gagasan akan pernikahan impiannya. "Drama justru terjadi di awal-awal, waktu harus menentukan venue," ujar Alika yang mendambakan pernikahan intim dengan konsep outdoor. Perbedaan pendapat dan preferensi keinginan yang tidak sejalan memang menjadi hal yang lumrah ditemui sepanjang proses persiapan pernikahan. Namun, satu hal yang disepakati oleh Alika dan sang ibu, mereka memilih untuk mempersiapkan segalanya dengan lebih fleksibel. Dan, menyewa jasa wedding planner pun dianggap sebagai salah satu solusi untuk membantu keduanya dalam melewati sejumlah drama persiapan. "Untuk menengahi segala perbedaan, kami pun menunjuk adik saya sebagai ketua panitia acara, yang kami anggap lebih bisa memberikan solusi kekinian, dan juga meminta bantuan profesional, yaitu Hilda sebagai wedding planner, sekaligus untuk menjembatani keinginan kami. Karena, dengan mendengar pendapat dari orang yang kami percaya, sekaligus wedding planner yang profesional, kami pun jadi lebih memahami. Yang tadinya keukeuh, setelah mendengar pendapat dari profesional, jadinya lebih tone-down," tutur kakak dari Alya Rohali ini. "Dan, jadi ada opini yang enggak bias," imbuh Alika.

Komunikasi terbuka serta pembagian peran dalam pengambilan keputusan pun menjadi kekuatan bagi Alika dan sang ibu dalam menata formasi perayaan. "Untuk tampilan Alika, saya percayakan sepenuhnya pada pilihannya. Seperti desain busana yang harus ia kenakan, pilihan makeup artist, warna busana adat, hingga aksesoris. Karena saya yakin, ia lebih tahu mana yang lebih pantas dan terbaik buat dia. Namun, untuk hal-hal yang melibatkan keluarga besar, saya yang lebih berperan, tapi tetap dengan mempertimbangkan keinginan dari Alika. Karena fokusnya tetap pada kebahagiaan Alika," tutur Yuanita. Persiapan yang matang, dengan mempertimbangkan elemen detail hingga kenyamanan para tamu yang akan hadir nantinya, juga tak luput bagi keduanya, demi mewujudkan momen sakral yang memorable. Lebih lanjut, Yuanita pun memberikan saran seputar budget pernikahan yang kerap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan vendor. "Prinsipnya adalah, value for money! Saat ini, memang kami masih di tahap awal proses perencanaan, jadi belum ada bayangan. Tapi rencananya, kami akan memilih vendor berdasarkan referensi dari Hilda. Dan pertimbangannya, dengan uang yang kita keluarkan, bisa sebanding dengan output yang diharapkan," paparnya.

Sebuah pernikahan, idealnya memang mengakomodasi keinginan pasangan beserta keluarga. Namun sejak awal, Yuanita pun kerap berpesan pada Alika, untuk selalu ikhlas, legowo, dan mempersiapkan diri pada semua hal yang tak terduga. Dengan demikian, segala tantangan dan drama persiapan pernikahan pun dapat teratasi tanpa mengorbankan esensi kebahagiaan dari sebuah selebrasi.

Simak kembali perbincangan kami dengan Yuanita Rohali dan Alika Islamadina melalui tautan ini.

Vendor yang mungkin anda suka