Blog / Wedding Ideas / Calon Pengantin, Berikut Peraturan Baru Terkait Pelaksanaan Pernikahan di Masa New Normal 2021 (Updated)

Calon Pengantin, Berikut Peraturan Baru Terkait Pelaksanaan Pernikahan di Masa New Normal 2021 (Updated)

Warna:
Tambahkan ke Board
calon-pengantin-berikut-peraturan-baru-terkait-pelaksanaan-pernikahan-di-masa-new-normal-2021-updated-1

Photography: Mindfolks Wedding

Ketika Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global, Indonesia merupakah salah satu negara yang banyak mengeluarkan berbagai peraturan baru terkait penanggulangan wabah penyakit tersebut. Setelah beberapa bulan Pembatasan Sosial Berskala Besar diterapkan, pemerintah daerah DKI Jakarta menyatakan bahwa ibukota kini memasuki masa PSBB transisi sebagai tahap awal menuju new normal. Tidak dapat dipungkiri jika nantinya kota-kota lain juga akan melakukan langkah yang sama. Lalu, bagaimanakah pengaruh masa transisi ini terhadap tata cara pelaksanaan pernikahan?

Bagi para calon pengantin yang masih was-was, terutama mereka yang akan mengadakan upacara janji suci dalam beberapa bulan ke depan, berikut kami rangkum peraturan-peraturan baru dalam masa PSBB transisi. Pastikan acara pernikahan Anda diadakan dengan berdasarkan hal-hal di bawah ini agar bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Lingkup Nasional
Berdasarkan Surat Edaran dari Kementrian Agama tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid, berikut beberapa peraturan baru yang harus diperhatikan soal pelayanan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA):

1. Jadwal pernikahan mengikuti jadwal yang sudah disiapkan oleh KUA
2. Selain melalui simkah.kemenag.go.id, pendaftaran juga bisa dilakukan melalui e-mail, telepon, atau datang langsung ke KUA Kecamatan.
3. Pelaksanaan akad nikah di KUA maupun di rumah hanya boleh dihadiri maksimal 10 orang. Untuk pelaksanaan di masjid atau gedung pernikahan, jumlah yang hadir adalah 20% dari kapasitas ruangan dan maksimal 30 orang.

Selain itu, terkait kegiatan perjalanan dengan transportasi udara, Satgas Penanganan COVID-19 mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang penutupan sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) hingga 8 Februari 2021, kecuali pemegang visa diplomatik dan visa dinas. Pemegang visa tersebut dan WNI yang akan kembali ke Indonesia harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asalnya yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam dan melakukan karantina lima hari di tempat yang telah ditentukan. Bagi Anda yang akan bepergian dalam kota, berikut beberapa peraturan baru dari Satgas Penanganan COVID-19 yang sebaiknya diperhatikan:

1. Untuk perjalanan ke Pulau Bali, serta dari dan ke Pulau Jawa, Anda wajib menunjukkan hasil negatif dari tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2x24 jam (transportasi udara) atau 3x24 jam (transportasi laut dan darat, umum maupun pribadi), atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam.
2. Wajib mengenakan masker minimal tiga lapis atau masker medis.
3. Tidak diperkenankan makan dan minum untuk perjalanan udara di bawah durasi dua jam, kecuali ada kebutuhan untuk mengonsumsi obat dalam rangka pengobatan.

Terkait penyelenggaraan acara pernikahan, Menteri Kesehatan Republik Indonesia juga telah mengumumkan beberapa protokol kesehatan baru yang wajib dipatuhi oleh pemilik tempat atau orang yang mengadakan acara. Berikut ikhtisar Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 yang berlaku untuk ruang pertemuan (ballroom) di fasilitas penyedia akomodasi (hotel/penginapan), restoran (yang berdiri sendiri maupun yang menyatu dengan badan usaha lainnya), penyedia jasa perawatan tubuh/rambut/wajah, serta penyedia jasa ekonomi kreatif (fotografer, videografer, dekorator, dan sebagainya).

1. Kapasitas harus memperhitungkan jaga jarak minimal 1 meter antartamu dan antarkaryawan dengan menyesuaikan jumlah undangan, layout, membagi acara menjadi beberapa sesi, maupun membuat sistem antrian.
2. Memberikan informasi jaga jarak dan mengecek suhu tubuh, pemakaian masker, pembatasan jarak, mencuci tangan dengan sering atau memakai hand sanitizer.
3. Menyediakan panduan informasi soal protokol kesehatan yang berlaku pada saat acara.
4. Membuat konsep labirin untuk jalur antrian dan memperbesar gangway serta area panggung/pelaminan.
5. Membersihkan dan mendisinfeksi peralatan yang digunakan, seperti pengeras suara (microphone) dan kamera setiap selesai digunakan. Tidak membiarkan microphone dipakai secara bergantian sebelum dibersihkan.
6. Pengaturan jarak kursi minimal 1 meter dan tidak berhadapan.
7. Tidak menggunakan alat makan bersama-sama.
8. Tidak menerapkan sistem prasmanan. Sebagai alternatif, aplikasikan dengan konsep pondokan di mana tamu dilayani langsung oleh staf yang mengenakan perlengkapan sesuai protokol kesehatan. Atau, opsi lain adalah memberlakukan makanan kemasan untuk dibawa pulang oleh masing-masing tamu.

Lingkup Daerah
Pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan untuk memperpanjang masa PSBB transisi hingga 8 Februari 2021. Beberapa penyesuain yang patut Anda perhatikan jika sedang merencanakan acara pernikahan adalah:

1. Kegiatan ibadah berkelompok kecil boleh diadakan maksimal peserta 50% dari kapasitas.
2. Restoran hanya dapat menampung tamu dengan kapasitas 50% dan maksimal hingga pukul 20.00.
3. Area publik yang dapat menimbulkan kerumunan massa untuk sementara dihentikan.

Beberapa daerah yang juga memberlakukan PSBB di tahun 2021 ini di antaranya Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Bandung Raya), Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan), Jawa Tengah (Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Kota Surakarta sekitarnya), Yogyakarta (Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantuk, Kabupaten Gunung Kidul, Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo), Jawa Timur (Surabaya Raya dan Malang Raya), serta Bali (Kabupaten Badung dan Kota Denpasar).

Vendor yang mungkin anda suka