Pesta Kebun yang Sederhana dan Manis

oleh Karina Leviani [[ 1528164000000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di REAL WEDDING 

Warna:


  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 001
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 002
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 003
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 004
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 005
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 006
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 007
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 008
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 009
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 010
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 011
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 012
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 013
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 014
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 015
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 016
  • Pesta Kebun Yang Sederhana Dan Manis - 017

Mishella dan Oscar telah lama memimpikan pernikahan sederhana yang memungkinkan semua tamu terhubung. "Saya tak menginginkan ribuan tamu yang tidak saya kenal. Yang lebih penting adalah kehadiran teman-teman dekat untuk berbagi momen spesial ini," demikian ucap Oscar beberapa tahun lalu. Visi ini direalisasikan dengan sempurna di hari pernikahan mereka, yang merupakan penggambaran kepribadian keduanya.

Pesta kebun yang manis dan sederhana. Demikianlah tema yang ditentukan sang pasangan untuk pernikahan mereka. Enam bulan sebelum hari H, keduanya mulai menciptakan mood board, memilih tema warna, dan memilah vendor. "Kami menyukai beberapa venue, namun hampir semuanya melebihi anggaran. Hingga akhirnya, 4 bulan sebelum pernikahan, ayah saya menemukan taman tersembunyi di sebuah hunian pribadi. Sangat sesuai dengan tema dan anggaran kami!" Mishella mengenang. "Menariknya, Ayah saya tadinya tidak menyetujui konsep pernikahan outdoor, justru menyarankan tempat ini. Setelah melakukan survey, saya merasa yakin bahwa ini keputusan yang tepat," ia menambahkan.

Satu lagi hal yang unik adalah pilihan busana pernikahan mereka, yang mengejutkannya, Mishella tidak memiliki inspirasi dan mood board yang mendetail dibaliknya. "Saya hanya memberitahu Mitha dari Hlaii bahwa kami suka segala sesuatu yang berbau Jepang dan bahwa kami melepas tali kekang agar ia dapat berkreasi dengan bebas. Hasilnya sangat memuaskan. Banyak sekali yang memuji pakaian kami dan saat Mitha datang sebagai tamu, ia pun tak dapat menahan air matanya!" Mishella mengenang. Pasangan ini pun memastikan pernikahan mereka dipenuhi sentuhan personal sebanyak mungkin. Sahabat memberikan karya-karya untuk dipajang sebagai dekorasi dan puisi manis dikaligrafi di atas kain menambah suasana intim pada hari tersebut. Fotografer, DJ, dan wedding organizer merupakan teman-teman sang pasangan, bahkan suvenir unik yang disiapkan berupa sendok kayu yang di lukis sendiri oleh sang pengantin.

Seolah elemen-elemen cantik ini belum cukup, acara resepsi pun dipenuhi dengan momen indah. "Cuaca yang buruk sejak seminggu sebelum acara membuat kami cukup stres. Keluarga besar pun menyarankan menyewa tenda , yang tentunya akan melebihi anggaran kami. Jadi kami hanya berserah pada Tuhan dan berharap cuaca cerah. If it rains, then we'll dance in the rain," Mishella mengenang. Di hari pernikahan, langit mendung dan petir menggelegar. Namun tepat sebelum resepsi dimulai, matahari muncul. "Kami percaya ini pekerjaan Tuhan," ujar sang mempelai wanita. Seraya malam menjelang, perayaan terasa kian hangat. Oscar menyanyikan lagu ciptaannya untuk Mishella dan para tamu ikut menari di lantai dansa. Bahkan dengan tanah berlumpur karena hujan pada malam sebelumnya, para tamu tidak keberatan mengotori sepatu mereka untuk pasangan ini.

Bagi para pengantin yang sedang merencanakan pernikahan, Mishella berbagi sedikit tips, "Menikah bukanlah tentang seberapa bagusnya pesta, tapi bagaimana kita menghargai para tamu. Nikmatilah prosesnya. Rasanya terlalu mudah untuk berhenti jika masalah datang saat merencanakan pernikahan, namun dengan respon yang benar dan menyerahkan pada Tuhan, semua menjadi lebih mudah. Pada akkhirnya, sebuah pernikahan yang elegan tidak harus mahal. Anda bisa membuat pernikahan yang cantik tanpa menghabiskan sangat banyak uang. Dan jangan malu dengan yang Anda miliki apa adanya, karena masih banyak keperluan yang harus direncanakan setelah pernikahan."

Sebelum menutup pembicaraan, kami meminta Mishella untuk bercerita tentang lamaran Oscar. "Dilakukan di rumah saya, pada hari ulang tahun saya, setelah 7 tahun berpacaran. Di waktu yang kurang tepat karena waktu itu saya belum mandi, namun begitulah kami yang apa adanya," Mishella bercerita sambil tertawa. Simak sekali lagi album pernikahan mereka dan segera tambahkan yang Anda sukai ke inspiration board!


KREDIT KE VENDOR:

  • Venue: Private Residence
  •  | 
  • Katering: Parsley Catering
  •  | 
  • Wedding Planner: Fe Entertainment
  •  | 
  • Hair & Makeup: Raisha Monianti
  •  | 
  • Fotografi: Kaldera Pictura , Fadli
  •  | 
  • Gaun & Busana Pengantin: Hlaii , My Bridal Gown
  •  | 
  • Sepatu Pengantin: Charles & Keith , Doc. Marten
  •  | 
  • Busana Pria: Hlaii
  •  | 
  • Videografi: Rieska , Gary Sangitan
  •  | 
  • Undangan: Roots & Co.
  •  | 
  • Entertainment (MC):

    Demas Ryan & Lasting Moments Entertainment

  •  | 
  • Entertainment (DJ): DJ Dhydha
  •  | 
  • Kesehatan & Kecantikan: My Nails
  •  | 
  • Layanan Unik:

    La Vie Calligraphy

    , Artwork by: Melfri Gazza, Gerson Gilrandy
  •  | 
  • Dekorasi & Pencahayaan: Kimikayo Decoration

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]