Pernikahan Outdoor Sepasang Kekasih Bertajuk Dua Budaya

oleh Michelle Phang [[ 1531879200000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:


Layaknya kisah kasih di sekolah, perjalanan cinta Aya dan Ando dimulai dari persehabatan dan berakhir di pelaminan. Walaupun keduanya telah menghabiskan sepuluh tahun bersama, bagi sang mempelai wanita lamaran datang dengan tak terduga. Ia mengingat kembali momen istimewa tersebut sebagai sesuatu yang "norak", namun sangat mengesankan. "Ando menyembunyikan cincin lamarannya di dalam makanan pencuci mulut saya! Tetapi hal termanisnya adalah ketika saya megetahui bahwa ayah saya menangis saat Ando meminta izin padanya untuk menikahi saya," ucapnya.

Prosesi akad nikah pun berlangsung dengan adat Jawa untuk menghormati tradisi keluarga sang mempelai wanita. Setelah berdiskusi dengan sang ibu, Aya memutuskan untuk tidak mengenakan kebaya berwarna putih terlepas dari tren saat itu. Ia memilih kebaya berwarna nude, begitu pula Ando dalam balutan beskapnya. Sebagai acara tambahan di dalam prosesi akad, pasangan ini melakukan ritual lain seperti adol dawet di mana orang tua Aya menjual dawet kepada para tamu, balangan gantal yang menandakan kesetiaan, dan kacar-kucur di mana kedua pasangan mengucurkan koin dan bahan pangan sebagai simbol tanggung jawab sang suami untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi keluarganya.

Resepsi pernikahan akhirnya dimulai ketika matahari terbenam. Perayaan malam hari tersebut terasa berbeda dengan acara pagi hari karena keduanya kali ini mengenakan pakaian dan aksesori adat Betawi. Sang pengantin baru berjalan menuju pelaminan diiringi dengan lantunan saksofon yang memainkan lagu God Only Knows oleh Beach Boys. Dan, menambah keseruan pernikahan tersebut, paman Aya pun menghibur para tamu sepanjang malam sebagai wedding DJ!

Ketika ditanya mengenai hal menarik tentang pernikahan mereka, Aya rupanya teringat waktu persiapannya yang begitu singkat. Hanya dalam waktu tiga bulan, sangatlah luar biasa Aya dan Ando dapat menyelenggarakan pernikahan secantik ini. "Kami menginginkan sebuah pernikahan sederhana sejak awal dan percaya bahwa hal-hal selanjutnya yang terjadi lebih penting daripada hari pernikahan itu sendiri," ucapnya. Aya juga bersyukur mendapatkan kesempatan untuk melakukan konseling pernikahan bersama dengan Ando saat mempersiapkan pernikahannya sebagai hadiah pernikahan lebih awal yang diberikan oleh bibinya. "Walaupun telah menjalani hubungan selama sepuluh tahun, rasanya masih begitu banyak hal-hal yang perlu dipelajari tentang hubungan kami. Saya menyarankan untuk semua pasangan agar meluangkan waktu dan melakukan konseling seperti ini, khususnya bagi mereka yang akan melangsungkan pernikahan," tutupnya.

Mari lihat kembali perayaan sekali seumur hidup mereka melalui album pernikahan yang diabadikan oleh Kimi and Smith Pictures dan tambahkan detail favorit Anda ke inspiration board!


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]

Tampilkan