Pernikahan Industrial Minimalis dengan Sentuhan Botanikal

oleh Andina Kamia Sunaryo [[ 1527386400000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:


  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto
  • Photography: Windy Sucipto

Sebagai seorang perfeksionis, Jessica ingin pernikahannya terjadi sesuai dengan visinya. Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk Jessica merencanakan pernikahan ini. "Kami tidak menggunakan jasa wedding planner, dan hanya dibantu wedding organizer di hari H. Jadi sayalah yang menentukan setiap detailnya. Proses ini sangat menyenangkan dan Rio mempercayai saya untuk memilih sesuai dengan selera saya," Jessica mengenang,

Pernikahan industrial minimalis tersebut terasa kian personal karena Rio mendesain seluruh undangan dan stationery serta kehadiran teman dan keluarga. "Kami tak pernah menginginkan pernikahan besar dengan ribuan tamu," ujar Jessica. Pada akhirnya, mereka menggelar sebuah pernikahan yang intim dengan sekitar 200 tamu. "Itu adalah keputusan terbaik karena kami masih mengingat dengan jelas tiap momennya. Kami juga dapat bertemu tiap teman dan keluarga yang begitu bahagia untuk kami. Untungnya orang tua kami pun mendukung keputusan ini!" Jessica berkata.

Untuk hari bahagianya, tentu Jessica memilih gaun pengantinnya dengan sangat spesifik. "Saya menginginkan gaun yang mencerminkan kepribadian saya. Sesuatu yang sederhana, klasik namun edgy," ujarnya. Jessica kemudian menemukan Elsie Chrysila lewat Bridestory app, "Saya memberitahu Elsie sejak awal bahwa saya tak menginginkan lace sebagai bahan utama. Ia menawarkan neoprene sebagai opsi dan tentu saya mengiyakan. Elsie juga menambahkan hiasan mutiara yang kian mempercantik gaun saya," ia menjelaskan. Jessica menambahkan. "Saya tak ingin gaun dengan ekor panjang, jadi saya memilih untuk mengenakan jubah. Hasilnya lebih baik dari yang saya bayangkan."

Pernikahan tersebut berjalan lancar. Para groomsmen memberikan pidato lucu dan sahabat sang mempelai wanita memberikan pidato yang menyentuh. Namun tak berhenti di sana, Rio ternyata telah menyiapkan kejutan yang menarik. "Rio memberanikan diri untuk menyanyikan sebuah lagu untuk saya pada waktu resepsi. Namun ia begitu gugup dan seketika melupakan lirik lagu tersebut. Ia masih berusaha menyelesaikan lagu tersebut dan walaupun tak sempurna, hadiah ini tak akan saya lupakan," ujar Jessica.

Bagaimana pendapat Anda terhadap album pernikahan yang diabadikan oleh Windy Sucipto? Ceritakan pada kami di kolom komentar di bawah dan tambahkan foto favorit Anda ke inspiration board!


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]

Tampilkan