Blog / Relationship Tips / Trik Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Saat WFH

Trik Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Saat WFH

Color:
Add To Board
trik-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga-saat-wfh-1

Angka penyebaran Covid-19 yang terus naik membuat pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Harapannya, ini dapat memperketat mobilitas masyarakat dan menekan angka penyebaran Covid-19. Dan bagi para pekerja profesional, kebijakan ini artinya kembali work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Meski terdengar menyenangkan bisa bekerja dari rumah, tapi pada kenyataannya WFH justru memicu terjadinya konflik rumah tangga. Karena ternyata sebagai makhluk sosial, menjalani hidup bukanlah dikarantina, melainkan tetap butuh beraktivitas di luar rumah. Sedalam apapun cinta kita kepada pasangan dan keluarga, tetap saja tidak bisa menghabiskan waktu sepenuh 24 jam setiap harinya. Alhasil, muncul beragam friksi yang bisa berujung pada keretakan rumah tangga.

Budaya Indonesia Kurang Sesuai dengan Konsep WFH dan Berpotensi Menambah Stres

Menariknya, menurut Terapis pernikahan dan keluarga Paul Hokemenyer, PhD., meski sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan interaksi, namun dia tetap ingin memiliki 'ruangnya' sendiri. "Dan ketika ini tidak terpenuhi maka 'melampiaskannya' kepada orang yang 'terjebak' bersamanya," jelas Hokemenyer. Pelampiasan ini sebenarnya adalah ekspresi atas kemarahan, kepanikan, dan ketidakberdayaan menghadapi situasi penuh kecemasan seperti saat ini.

Senada dengan Hokemenyer, Karel Karsten Himawan, Dosen Psikologi Universitas Pelita Harapan, bahkan menyebutkan karakteristik budaya di Indonesia kurang kompatibel dengan WFH. Seperti dilansir dari The Conversation Indonesia, WFH justru berpotensi menambah stres bagi pekerja, terutama perempuan.

Dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang masih melihat laki-laki sebagai pencari nafkah dan perempuan yang mengurus rumah tangga, membuat pelaksanaan WFH menjadi lebih membuat stres. Karena menurut Karel, WFH membuat batasan ruang dan waktu menjadi kabur sehingga orang jadi kesulitan untuk membagi peran yang proporsional dalam bekerja serta mengurus rumah tangga.

Trik Mengubah WFH Jadi Momen Menguatkan Hubungan Suami-istri

Meski WFH rentan dalam menciptakan friksi antara suami-istri, bukan berarti tidak ada solusinya. Cara yang efektif menurut Karel adalah dengan mensinergikan pembagian peran antara suami dengan istri sehingga kebutuhan kedua belah pihak terpenuhi.

Trik Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Saat WFH Image 1

Adapun Dr. Hokemenyer kemudian mengaplikasikannya ke dalam tips-tips berikut ini, sehingga momen WFH bersama suami kali ini akan semakin menguatkan ikatan cinta Anda dengan suami.

  • Atur jadwal untuk punya sesi me-time
    Setiap orang menurut Dr. Hokemenyer punya kebutuhan untuk berada dalam ruang privatnya sendiri. "Walaupun hanya 30 menit, Anda dan pasangan tetap butuh waktu untuk sendiri." Tapi karena situasi PPKM Darurat membuatnya semakin sulit untuk keluar rumah, Dr. Hokemenyer menyarankan untuk membuat jadwal me-time secara reguler setiap hari. "Lakukanlah secara bergantian, sehingga Anda dan pasangan punya kesempatan yang sama."
  • Buatlah ruang kerja masing-masing
    Di awal-awal WFH bekerja berdekatan dengan pasangan bisa jadi menyenangkan, tapi lama kelamaan hal ini jadi tidak sehat. Karena itu usahakanlah untuk memiliki ruang kerja sendiri. Meski ini berarti ruang kerja Anda di ruang tamu dan suami di kamar tidur, bekerja secara terpisah akan membuat Anda berdua konsentrasi penuh pada pekerjaan.
  • Atur intonasi suara
    Ingatlah selalu untuk berbicara dengan siapa saja, terutama kepada pasangan dengan intonasi suara yang tenang dan menghargai. Tidak perlu berteriak-teriak ketika Anda memanggil pasangan. Jika dia tidak menjawab, bisa jadi tengah fokus mengerjakan pekerjaannya atau tidak mendengar karena memakai headset sambil zoom meeting. Anda juga berkewajiban untuk menciptakan lingkungan yang nyaman saat bekerja.
  • Lakukanlah rutinitas yang sama seperti saat bekerja di kantor atau work from office (WFO)
    "Dengan punya rutinitas maka sebenarnya Anda telah menciptakan batasan dan aturan. Ini akan membantu Anda untuk berfungsi dengan normal, sama seperti ketika WFO," kata Dr. Hokemenyer antusias. Menjalankan rutinitas seperti WFO artinya, bangun, mulai bekerja, dan berhenti bekerja di jam yang sama ketika WFO. Bahkan boleh juga untuk dandan atau mencukur kumis, lalu memakai pakaian kerja agar otak mempersepsikan Anda sedang bekerja di kantor. "Di tengah situasi yang serba tidak pasti seperti sekarang, kita butuh menciptakan kepastian dengan menjalani rutinitas yang terukur."
  • Suami-istri harus berbagi tanggung jawab
    Senada dengan Karel, Dr. Hokemenyer juga menekankan pentingnya suami-istri bersinergi dalam pembagian peran. Ini artinya buat kesepakatan bersama bagaimana pengasuhan anak dilakukan Anda dengan pasangan selama menjalani WFO. Bergiliran mendampingi anak ketika mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah, adalah salah satu bentuk sinergi peran antara suami dengan istri.
  • Selalu makan bersama keluarga
    Salah satu privilese WFH adalah Anda dan pasangan bisa menikmati makan siang bersama anak. Dan menurut Dr. Hokemenyer, tetap menjalankan rutinitas untuk makan bersama akan menciptakan ruang bertumbuh bagi setiap anggota keluarga. "Jadikan momen makan bersama sebagai ruang untuk sama-sama terkoneksi," jelas Dr. Hokemenyer seraya menyebutkan hal ini dapat menjaga kualitas hubungan di dalam keluarga Anda.

Vendors you may like