Blog / Relationship Tips / Tips Mengatur Keuangan Pengantin Baru ala Restu Sinaga dan Vicky Monica

Tips Mengatur Keuangan Pengantin Baru ala Restu Sinaga dan Vicky Monica

Color:
Add To Board
tips-mengatur-keuangan-pengantin-baru-ala-restu-sinaga-dan-vicky-monica-1

Photography: Ask for Moments

Perubahan status dari lajang menjadi menikah, menuntut banyak penyesuaian. Tidak hanya penyesuaian dalam hal kebiasaan dan tanggung jawab, tapi juga keuangan. Jika sebelum menikah, Anda bisa dengan bebas menentukan ke mana saja penghasilan akan dialokasikan, maka tidak demikian setelah menikah. Semua pemasukan dan pengeluaran harus dibicarakan demi menciptakan status keuangan rumah tangga yang sehat.

Membicarakan keuangan dari sebelum menikah adalah pondasi dasar untuk saling percaya.

Lantas kapankah waktu yang ideal membicarakan perencanaan keuangan rumah tangga, apakah setelah resmi menjadi suami-istri atau justru saat masih pacaran? Bagi sebagian besar pasangan, ini adalah topik yang sensitif, karena itu memilih membicarakannya setelah resmi menjadi pengantin baru. Tapi tidak demikian untuk pasangan selebriti Restu Sinaga dan Vicky Monica. Pengantin yang menikah pada Agustus 2020 kemarin ini, justru sudah secara terbuka membicarakannya ketika masih pacaran.

"Menurut aku, penting sekali untuk dibicarakan di awal masa pacaran. Memang terasa aneh ketika membicarakannya, tapi ini akan membentuk rasa percaya, keterbukaan, dan rasa aman," ucap Vicky yang didampingi Restu pada Instagram Live Bridestory beberapa waktu lalu.

Sejujur apakah keduanya membicarakan tentang keuangan di masa pacaran? "Jujur tentang pemasukannya, jujur tentang spending habit atau pola konsumsinya seperti apa," jawab Vicky. Melengkapi pendapat Vicky, Restu juga bercerita dengan menjadi terbuka tentang keuangan sejak awal pacarana membuat keduanya tidak hanya bisa merumuskan dream wedding yang diinginkan seperti apa tapi juga menetapkan acuan perencanaan keuangan rumah tangga yang cocok untuk mereka.

Bahkan prinsip membicarakan keuangan secara jujur juga dilakukan keduanya pada keluarga. Contohnya ketika membicarakan tentang angpao yang didapat dari para tamu undangan, keduanya secara terbuka menyampaikan keinginan mereka untuk memberikannya kepada orang tua. "Tapi ternyata orang tua bilang, silahkan untuk kalian saja. Modal awal untuk berumah tangga." Dengan mengomunikasikan secara terbuka kepada keluarga, Restu dan Vicky bisa menjalani resepsi pernikahan tanpa beban.

50/30/20, Rumus keuangan rumah tangga yang sehat ala Restu dan Vicky.

Lalu setelah menikah, keterbukaan dalam perencanaan keuangan rumah tangga diwujudkan dalam bentuk akun uang bersama. Dan setiap bulannya, Vicky dengan telaten mencatat setiap pengeluaran serta pemasukan yang diterima keduanya. "Catatan ini kemudian saya kasih lihat ke Restu dan sama -sama kita analisa."

Restu kemudian bercerita yang dianalisa dari catatan atau laporan keuangan itu adalah pola konsumsi mereka berdua. "Dari catatan ini kita benar-benar memonitor uangnya lari ke mana saja dan apakah ada pola konsumsi yang harus diubah agar keuangan rumah tangga tetap sehat dan lancar."

Selain itu keduanya juga menerapkan rumus 50/30/20 dalam pengalokasian kebutuhan rumah tangga. Vicky menjelaskan, 50 persen dari pemasukan adalah untuk biaya hidup, tagihan, dan cicilan. Lalu 30 persen adalah untuk asuransi, perpuluhan atau donasi, dan dana darurat. Sedangkan 20 persennya adalah untuk investasi.

Menurut Restu, rumus itu adalah strategi untuk memastikan rumah tangga mereka tetap bertumbuh dan berjalan di jalur yang tepat. "Kita berdua pasti punya mimpilah. Mau kita terus bertumbuh, jadi harus ada strateginya," imbuh Restu yang pernah terlibat dalam pertunjukan teater "Nyai Ontosoroh" ini.

Proteksi adalah pondasi keuangan keluarga yang sehat.

Meski baru menikah, keduanya sudah menghitung pengeluaran yang perlu dipersiapkan ketika sudah ada anak. "Persiapan pasti ada, karena kita pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak makanya harus dipersiapkan dari sekarang," ucap Vicky.

Perencanaan anak yang dipersiapkan secara finansial adalah menghitung biaya mulai dari hamil, melahirkan, hingga sekolah. Caranya, adalah dengan menggunakan future value calculator yang memasukkan biaya saat ini dengan perhitungan inflasi. Setidaknya untuk beberapa tahun pertama, keduanya sudah memiliki gambaran atas dana yang perlu dipersiapkan.

Selain menghitung biaya, bagi Restu yang juga tak kalah penting harus dipersiapkan adalah proteksi atau asuransi. "Ini adalah pondasi keuangan, karena kita harus memastikan segala yang kita terima itu terproteksi dengan optimal," ujarnya seraya menyebutkan tentang piramida keuangan.

Kebanyakan pasangan mengalokasikan pendapatan lebih besar untuk keinginan ketimbang proteksi. Hal ini menurut Restu yang akan berujung perencanaan keuangan rumah tangga yang berantakan di hari tua. Dalam teori piramida keuangan, sambung Restu, setelah alokasi biaya rumah tangga, alokasi terpenting berikutnya adalah proteksi baru diikuti dengan menabung, dana darurat dan investasi. "Sehingga satu hari ketika kita harus pergi dari dunia ini, masih ada uang juga buat keluarga. Jadi secara finansial, rumah tangga kita selalu bertumbuh dan terlindungi untuk masa depan anak-anak serta hari tua." (L)

Vendors you may like