Blog / Relationship Tips / Tips Menabung Dana Pernikahan untuk Sandwich Generation

Tips Menabung Dana Pernikahan untuk Sandwich Generation

Color:
Add To Board
tips-menabung-dana-pernikahan-untuk-sandwich-generation-1

Negara-negara berkembang cenderung memiliki banyak sandwich generation, tidak terkecuali Indonesia. Ditambah dengan ikatan kekerabatan yang erat yang dipengaruhi oleh kebudayaan, membuat fenomena sandwich generation seolah tak terhindarkan. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan sandwich generation?

Komunikasikan kondisi finansial secara terbuka dengan pasangan.

Sandwich generation secara sederhana adalah kondisi di mana seseorang harus mencukupi kebutuhan ekonomi banyak pihak dalam waktu bersamaan. Banyak pihak? Yup sandwich generation tidak hanya harus mencukupi kebutuhan ekonominya secara individu tapi juga orang tua bahkan keluarga intinya.

Dengan begitu banyak pihak yang "harus dipikirkan" lalu bagaimanakah sandwich generation bisa memenuhi keinginannya untuk mewujudkan pernikahan impian? Seperti yang kita pahami juga biaya pernikahan seringkali begitu besar. Lantas haruskah kondisi ini disampaikan kepada calon suami atau istri? Idealnya Anda membicarakannya secara terbuka dengan pasangan. Mengapa? Karena mewujudkan pernikahan impian adalah menciptakan momen indah bersama, maka keterbukaan menjadi pondasi untuk membentuk pernikahan yang sehat.

Tips Menabung Dana Pernikahan untuk Sandwich Generation Image 1

Apalagi sering kali menjadi seseorang yang bertanggung jawab terhadap finansial orang tua biasanya tetap berlanjut sampai kita berkeluarga. Artinya pasangan perlu mengetahui dan memahami situasi riilnya seperti apa. Dengan begitu Anda dan pasangan bisa menemukan win win solution untuk hal ini.

Keterbukaan tidak hanya dilakukan kepada pasangan tapi juga orang tua. Dengan membicarakan kepada orang tua akan persentase tabungan untuk menikah dan berapa persentase yang dapat diberikan kepada orang tua, maka secara tidak langsung Anda sudah melibatkan mereka dalam mewujudkan pernikahan impian.

Temukan strategi menabung yang sesuai serta lakukan dengan disiplin bersama pasangan.

Setelah bicara terbuka dengan pasangan dan orang tua, langkah selanjutnya adalah membuat strategi menabung untuk dana pernikahan. Ini artinya Anda dan pasangan harus sama-sama terbuka menunjukkan pemasukan dan pengeluaran masing-masing. Jika diperlukan Anda berdua bisa sama-sama mencatat besaran alokasi pengeluaran. Dengan begini bisa ditemukan strategi pengeluaran mana yang bisa diminimalisir untuk memperbesar kemampuan menabung dana pernikahan. Intinya adalah menemukan strategi pengelolaan keuangan bersama. Ingat, strategi ini hanya akan berhasil jika Anda dan pasangan menerapkannya secara disiplin!

Berikut strategi menmbuat tabungan dana pernikahan

Setelah komitmen untuk disiplin mengelola keuangan bersama agar bisa menabung dana pendidikan, berikut tips agar dana tabungan bisa terpenuhi dengan cepat.

Tips Menabung Dana Pernikahan untuk Sandwich Generation Image 2

  1. Tentukan target dan tenggat waktu.
    Karena setiap strategi membutuhkan tujuan, maka sepakati bersama pasangan besaran tabungan dana pernikahan yang diinginkan. Artinya kalkulasi bersama berapa dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan pernikahan impian. Lalu tentukan kemampuan bersama untuk mencapai nominal tersebut dibutuhkan waktu berapa lama.
  2. Hitung secara teliti alokasi untuk kebutuhan utama dan prioritas.
    Untuk mengetahui seberapa besar Anda dan pasangan dapat berkontribusi dalam tabungan dana pernikahan ini, maka masing-masing harus menghitung nominal yang dikeluarkan secara rutin untuk kebutuhan utama. Tidak hanya kebutuhan utama diri sendiri tapi juga keluarga. Lalu bicarakan secara terbuka alokasi pengeluaran mana saja yang menjadi prioritas kedua belah pihak. Dengan menghitung secara teliti maka Anda dan pasangan bisa melihat secara jelas pengeluaran mana yang tidak perlu. Plus Anda berdua tetap dapat membantu orang tua dan keluarga, sambil tetap memiliki dana untuk kebutuhan yang mendesak.
  3. Lakukan evaluasi strategi menabung.
    Evaluasi keuangan tetap perlu dilakukan meski Anda dan pasangan sudah menerapkan strategi dengan disiplin. Mengapa? Karena strategi keuangan sewajarnya bisa dilakukan tanpa ada yang merasa terbebani. Artinya evaluasi keuangan perlu dilakukan untuk mengukur apakah strategi yang diterapkan sudah efektif serta optimal dalam mewujudkan target bersama. Plus strategi yang diterapkan haruslah membuat kedua belah pihak nyaman.
  4. Jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat.
    Dalam rumus mengelola keuangan, dana darurat adalah salah satu elemen penting. Mengapa? Dana darurat inilah yang nantinya akan dipakai ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, tanpa perlu "menginterupsi" tabungan dana pernikahan.
  5. Tak ada salahnya untuk berinvestasi pada instrumen rendah risiko.
    Pengelolaan keuangan yang sehat, bisa memampukan Anda dan pasangan untuk tidak hanya memiliki dana darurat saja tapi juga berinvestasi. Mengingat target saat ini terbilang jangka pendek, yaitu memiliki dana pernikahan maka tak perlu berinvestasi pada instrumen yang ekstrim. Anda dan pasangan bisa mencoba investasi dengan rendah risiko seperti emas, reksa dana atau deposito. Bunga dari investasi-investasi ini jauh lebih besar dibanding bunga tabungan biasa.

Bonusnya strategi-strategi ini ketika berhasil dilakukan secara disiplin maka akan menciptakan kebiasaan Anda dan pasangan dalam mengelola keuangan pasca resmi menjadi suami-istri. Artinya peran Anda atau pasangan sebagai sandwich generation bisa tetap dilakukan tanpa membebani keuangan keuangan keluarga.

Vendors you may like

Instagram Bridestory

Follow @thebridestory on Instagram for more wedding inspirations

Visit Now
Visit Now