Blog / Relationship Tips / Tips Bicara Biaya Pernikahan dengan Orang Tua

Tips Bicara Biaya Pernikahan dengan Orang Tua

Color:
Add To Board
tips-bicara-biaya-pernikahan-dengan-orang-tua-1

Menentukan besaran dan sumber biaya pernikahan adalah topik penting setelah momen romantis. Bahkan bisa dibilang topik pembicaraan ini akan menentukan arah perencanaan resepsi pernikahan. Hal utama yang harus dimiliki Anda dengan pasangan setiap kali membicarakan tentang biaya pernikahan adalah diskusi dilakukan dengan keterbukaan serta dengan sikap yang saling menghargai. Karena topik biaya pernikahan sangat sensitif jadi harus hati-hati ketika membicarakannya. Apalagi jika diskusinya dilakukan kepada orang tua dan calon mertua dengan harapan mereka mau ikut berperan dalam pembiayaan.

Tidak hanya strategi komunikasinya harus efektif, Anda dan pasangan juga sebaiknya memiliki panduan elemen pembiayaan apa saja yang sebaiknya didiskusikan kepada orang tua sejak awal. Tujuannya agar Anda dan pasangan serta orang tua bisa dengan detail mengukur kemampuan masing-masing untuk terlibat di dalam biaya pernikahan. Dan tak perlu sungkan juga untuk meminta orang tua berkontribusi dalam biaya pernikahan, karena kebanyakan orang tua langsung membicarakan biaya pernikahan setelah mengetahui anaknya sudah siap memasuki jenjang pernikahan. Agar sesi diskusi berjalan lancar, berikut tips bicara biaya pernikahan dengan orang tua:

  1. Tentukan dahulu konsep pernikahan yang Anda dan pasangan inginkan.
    Sebelum membuka topik biaya pernikahan kepada orang tua, Anda dan pasangan sudah harus sepakat tentang konsep pernikahan yang diimpikan. Lalu lakukan riset tentang besaran biaya yang dibutuhkan untuk konsep pernikahan tersebut. Untuk membantu Anda dan pasangan memproyeksikan besaran biaya pernikahan unduhlah aplikasi Bridestory. Fitur store akan memberikan gambaran biaya lamaran dan pernikahan yang diperlukan sesuai dengan konsep pernikahan yang diinginkan. Kabar baiknya lagi setiap kali Anda melakukan transaksi melalui fitur ini maka akan mendapatkan wedding point yang bisa ditukarkan dengan potongan harga hingga 100% pada transaksi berikutnya.

  2. Sepakati bersama besaran dana yang Anda dan pasangan bisa siapkan.
    Sebelum mengajukan "proposal" biaya pernikahan kepada orang tua, sebaiknya Anda dan pasangan sudah berhitung modal awal yang dapat disiapkan oleh Anda berdua. Lalu sepakati juga seberapa banyak orang tua dapat berkontribusi dalam pembiayaan pernikahan. Jika Anda dan pasangan kemudian sepakat bahwa seluruh biaya pernikahan adalah kontribusi penuh dari orang tua, maka sepakati juga apakah nantinya Anda dan pasangan akan menggantinya di kemudian hari atau tidak. Jika iya, bagaimana skema pengembalian dilakukan. Pembicaraan ini akan membuat orang tua semakin yakin bahwa Anda dan pasangan memang sudah siap memasuki jenjang pernikahan, karena semuanya sudah dipersiapkan dengan detail. Alhasil, orang tua semakin bersemangat untuk berkontribusi dalam pembiayaan pernikahan.
  3. Pilihlah waktu tepat ketika akan berdiskusi tentang biaya pernikahan dengan orang tua.
    Karena topik pembicaraan tentang biaya pernikahan sangat sensitif maka pilihlah waktu yang tepat untuk mendiskusikannya bersama orang tua. Sebaiknya informasikan terlebih dahulu kepada orang tua bahwa Anda dan pasangan ingin meminta mereka berkontribusi dalam biaya pernikahan. Anda bisa mengajaknya dengan berkata: "Papa, Mama, aku dan Reno mau ajak Papa dan Mama untuk makan malam bersama sekalian ngobrolin tentang persiapan dan biaya pernikahan. Kalau boleh Papa dan Mama berkontribusi untuk biaya pernikahannya, karena tabungan kami hanya 250 juta Rupiah. Nanti untuk detailnya kita diskusikan bareng, ya." Dengan begini, orang tua juga bisa mempersiapkan diri sehingga tidak merasa seperti "ditodong" untuk bertanggung jawab atas rencana pernikahan Anda. Selain waktu yang tepat, pilih juga tempat yang nyaman untuk diskusi tentang topik sensitif ini. Sebaiknya diskusi dilakukan di tempat yang tenang sehingga selama pembicaraan dilakukan tidak banyak distraksi.
  4. Berdiskusilah dengan terbuka, jujur, dan dengan rasa hormat kepada orang tua.
    Meski pada dasarnya orang tua akan antusias berkontribusi dalam persiapan pernikahan anaknya, tetaplah lakukan pembicaraan dengan terbuka dan jujur. Sebaiknya gunakan gaya komunikasi yang langsung pada topik pembicaraan atau tidak berputar-putar untuk mencegah miskomunikasi. Misalnya seperti ini: "Jadi kami berdua sudah memutuskan untuk mengadakan destination wedding dengan biaya kurang lebih sebesar 500 juta Rupiah. Kami akan sangat bahagia sekali jika Papa dan Mama bisa berkontribusi secara finansial karena tabungan yang kami punya hanyalah 250 juta Rupiah."
    Tampilkan bahasa tubuh yang penuh hormat meski Anda atau pasangan biasa berbicara dengan gaya kasual kepada orang tua. Strategi ini akan menunjukkan keseriusan serta kesiapan Anda dan pasangan memasuki jenjang pernikahan. Plus orang tua akan mudah tersentuh ketika anak-anak menghormati mereka.
  5. Bersiaplah untuk segala kemungkinan yang terjadi.
    Anda dan pasangan harus menyiapkan diri atas segala kemungkinan jawaban yang diberikan orang tua atas "proposal" yang diajukan. Jika orang tua menyanggupi untuk membantu dari sisi finansial, diskusikan juga hal-hal apa saja yang bisa diputuskan bersama. Misalnya untuk prosesi adat, disepakati untuk diatur oleh orang tua sedangkan untuk resepsi diberikan kebebasan kepada Anda dan pasangan.
    Tapi jika ternyata orang tua tidak bisa menyanggupi permintaan Anda dan pasangan, jangan langsung kecewa. Meski orang tua tidak dapat terlibat secara finansial, bukan berarti mereka tidak bisa berkontribusi dalam hal lain. Jadi tetaplah berikan ruang bagi orang tua untuk berkontribusi di hari pernikahan Anda yang juga menjadi impian orang tua.
  6. Jangan lupa untuk terus menginformasikan perkembangan persiapan pernikahan kepada orang tua.
    Tidak jarang orang tua memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam menentukan tema pernikahan, meski mereka membantu secara finansial. Tetaplah untuk menginformasikan perkembangan persiapan pernikahan kepada orang tua, dengan begini mereka akan merasa terlibat secara aktif dalam mewujudkan hari bahagia anak-anaknya. Bahkan orang tua akan merasa begitu bahagia saat anak-anak meminta pendapat mereka atas persiapan pernikahan yang tengah dilakukan. Sehingga pada hari pernikahan Anda dan pasangan, orang tua bisa ikut menikmati setiap prosesi yang berlangsung.

Vendors you may like