Blog / Wedding Ideas / Konsep Menikah tanpa Resepsi: Ini yang Harus Dipertimbangkan

Konsep Menikah tanpa Resepsi: Ini yang Harus Dipertimbangkan

Color:
Add To Board
konsep-menikah-tanpa-resepsi-ini-yang-harus-dipertimbangkan-1

Pandemi Covid-19 memberikan persepsi baru tentang pernikahan. Jika sebelumnya hari spesial ini identik dengan resepsi besar-besaran, maka pada saat pandemi terjadi banyak pengantin kemudian menemukan cara baru untuk merayakannya. Apakah itu? Pernikahan dengan resepsi yang intimate. Melihat resepsi dengan jumlah tamu yang hadir hanyalah orang-orang terdekat ternyata menciptakan tren baru, yaitu menikah tanpa resepsi.

Mengapa ada pengantin yang memutuskan menikah tanpa resepsi?

Ada beberapa hal yang membuat calon pengantin memutuskan untuk menikah tanpa resepsi. Alasan pertama adalah menghemat biaya pernikahan. Para calon pengantin meyakini yang utama adalah ikatan pernikahan mereka telah disahkan secara agama dan negara. Ini artinya mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk dekorasi, katering, souvenir, dan kebutuhan resepsi lainnya. Apalagi dengan adanya media sosial, pengumuman pernikahan bisa dilakukan jauh lebih mudah.

Alasan kedua adalah fokus pada kebutuhan rumah tangga yang akan dijalani. Para calon pengantin berpikir bahwa perjuangan riil dari hubungan mereka justru dimulai setelah sah menjadi suami-istri. Segala kebutuhan mulai dari tempat tinggal dan bertahan hidup harus diupayakan bersama. Apalagi biasanya di tahun-tahun pertama pernikahan ada begitu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, jadi budget resepsi bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan utama setelah menikah.

Yang harus diantisipasi ketika memilih untuk menikah tanpa resepsi.

Jika kedua alasan di atas ada dalam benak Anda dan pasangan, maka bisa dipastikan menikah tanpa resepsi cocok untuk kalian. Tapi harus juga dipahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Apa sajakah itu?

  • Jadi Bahan Omongan Orang
    Karena di Indonesia pernikahan identik dengan perayaan atau resepsi, maka ketika ada yang menikah tanpa resepsi akan membuat banyak orang bereaksi. Reaksi yang paling umum adalah hasil dari persepsi yang negatif. Mereka akan "mengkritisi" keputusan Anda dan pasangan dengan alih-alih mengatakan, "Kok hari bahagia seperti pernikahan tidak dirayakan. Padahal dengan dirayakan akan banyak orang yang mendoakan loh." Jika Anda dan pasangan termasuk tipe yang tidak menelan bulat-bulat omongan orang, maka konsekuensi ini akan lebih mudah untuk dihadapi. Tapi terkadang yang sedikit sulit untuk menghadapi situasi ini adalah orang tua dan keluarga dekat. Maka sangatlah penting untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan keluarga atas latar belakang Anda dan pasangan memilih untuk tidak melakukan resepsi.
  • Harus Memberikan Penjelasan pada Keluarga Besar
    Orang Indonesia dikenal memiliki rasa ingin tahu yang besar, apalagi jika menyangkut urusan pribadi seperti pernikahan. Ketika ada pasangan yang tiba-tiba saja mengumumkan sudah menikah tanpa ada resepsi, ini bisa memicu banyak pertanyaan. Bahkan mereka dengan sangat terbuka akan mengajukan pertanyaan tersebut, mulai dari media sosial, whatsapp atau bahkan menelepon Anda secara langsung. Hal ini bisa jadi membuat Anda harus menjelaskan berkali-kali. Salah satu cara untuk mengatasinya bisa dengan membuat video pengumuman pernikahan dengan konsep yang menarik dan estetik. Anda tinggal memberikan video tersebut kepada orang-orang yang bertanya.
Alternatif perayaan yang bisa dilakukan

Menikah tanpa resepsi bukan berarti Anda dan pasangan tidak boleh membuat syukuran atau alternatif perayaan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat. Tenang, alternatif perayaan ini berlangsung lebih sederhana dengan waktu yang singkat, plus terasa lebih hangat karena tidak perlu mengundang orang dalam jumlah besar. Penasaran alternatif perayaannya seperti apa? Berikut pilihannya :

  1. Menggelar syukuran sederhana.
    Ini bisa dilakukan setelah ijab kabul atau pemberkatan nikah. Tempatnya bisa di rumah atau restoran yang Anda dan pasangan suka. Konsepnya adalah acara syukuran, yaitu doa bersama. Setelah doa bersama dilakukan, bisa dilanjutkan dengan makan bersama dengan suasana yang lebih santai. Tapi karena yang hadir adalah orang-orang terdekat bagi Anda dan pasangan, pasti tetap terasa hangat serta spesial.
  2. Mengadakan pengajian khusus.
    Umumnya pengajian dilakukan setelah prosesi siraman, tapi jika Anda dan pasangan memilih untuk tidak menggelar resepsi maka pengajian bisa dibuat setelah akad nikah. Undanglah ustad untuk memberikan kajian tentang pernikahan dan membangun rumah tangga. Dengan begini Anda dan seluruh tamu undangan yang hadir juga mendapatkan ilmu agama baru tentang pernikahan.
  3. Membuat kebaktian khusus.
    Setelah prosesi pemberkatan nikah selesai, Anda dan pasangan bisa menggelar kebaktian khusus sebagai bentuk alternatif resepsi. Kebaktian bisa dilakukan di aula gereja, di rumah, atau di restoran. Liturgi kebaktian sama seperti kebaktian keluarga pada umumnya, hanya saja pada saat pendeta memberi khotbah temanya adalah tentang pernikahan dan membentuk keluarga. Setelah kebaktian, bisa juga dilanjutkan dengan acara santai seperti para tamu memberikan ucapan selamat dan nasehat kepada Anda dan pasangan.
  4. Intimate dinner dengan sahabat.
    Beberapa hari atau seminggu setelah resmi menjadi pasangan suami-istri, Anda dan pasangan kemudian mengundang sahabat untuk makan malam bersama. Siapa saja yang diundang? Sahabat Anda, sahabat pasangan, atau sahabat yang memiliki arsiran pertemanan Anda dan pasangan. Pilihlah restoran atau kafe dengan private room jadi makan malamnya benar-benar eksklusif tapi dengan suasana yang fun karena yang hadir adalah teman-teman terdekat Anda berdua.

Vendors you may like

Instagram Bridestory

Follow @thebridestory on Instagram for more wedding inspirations

Visit Now
Visit Now