Blog / Wedding Ideas / Begini Tata Cara, Prosesi, dan Ritual Sangjit, Tradisi Seserahan dalam Budaya Tionghoa

Begini Tata Cara, Prosesi, dan Ritual Sangjit, Tradisi Seserahan dalam Budaya Tionghoa

Color:
Add To Board
begini-tata-cara-prosesi-dan-ritual-sangjit-tradisi-seserahan-dalam-budaya-tionghoa-1

Photography: State Photography

Setiap budaya di Indonesia memiliki tradisi khusus yang biasanya dilakukan menjelang hari pernikahan tiba, tak terkecuali dengan orang-orang berketurunan Tionghoa yang selalu memenuhi ritual leluhurnya dengan mengadakan sangjit. Sang-ji-thau atau Sangjit adalah suatu prosesi pengantaran seserahan yang dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, calon mempelai pria akan datang bersama keluarga besar mereka dengan membawa sejumlah seserahan yang dipersembahkan untuk calon mempelai wanita. Meski umumnya sangjit diadakan setelah acara pertunangan atau dinghun 订婚, namun sebagian dari pasangan memutuskan untuk menggabungkan kedua acara ini di saat yang bersamaan.

Pakaian tradisional cheongsam pun tak lupa dikenakan oleh kedua calon pengantin sebagai bentuk pelestarian budaya. Busana ini identik dengan sentuhan motif hias yang penuh makna serta aplikasi kerah meninggi di bagian leher. Sangjit biasa dilaksanakan antara satu bulan atau beberapa bulan sebelum hari pernikahan dengan melakukan berbagai persiapan yang matang. Lalu, bagaimana tata cara, prosesi, dan ritual sangjit? Simak ulasannya berikut ini.

Begini Tata Cara, Prosesi, dan Ritual Sangjit, Tradisi Seserahan dalam Budaya Tionghoa Image 1
Akreditasi: Moire Photography

Tata Cara Prosesi Sangjit

Melansir dari berbagai sumber, inilah tata cara ritual sangjit:

  1. Perwakilan dari pihak keluarga perempuan bersama penerima baki seserahan akan menunggu kedatangan rombongan calon mempelai pria di area depan kediaman.
  2. Iring-iringan keluarga calon mempelai pria tiba dengan membawa 12 baki seserahan. Umumnya, pembawa nampan seserahan adalah anggota keluarga atau sahabat dekat yang belum menikah, lalu mereka akan menunjuk seorang anggota keluarga yang dituakan untuk memimpin jalannya rombongan.
  3. Seserahan tersebut kemudian diberikan secara berurutan kepada penerima dari pihak calon mempelai wanita. Box seserahan yang telah diterima akan langsung dibawa ke dalam kamar untuk dipilah. Nah, bila seluruh seserahan tersebut diambil oleh keluarga calon mempelai perempuan, maka artinya mereka menyerahkan sang pengantin wanita sepenuhnya kepada pihak laki-laki, tetapi jika separuh dari seserahan tersebut dikembalikan ke pihak pria, berarti keluarga dari pihak perempuan masih diperbolehkan untuk ikut andil dalam kehidupan keluarga pengantin.
  4. Prosesi sangjit kemudian dilanjutkan dengan sambutan keluarga dan ritual penghormatan yang dilakukan oleh calon mempelai kepada kedua orang tua. Tak ketinggalan dengan sesi perkenalan antara anggota keluarga dengan tamu undangan.
  5. Setelah itu, terdapat acara ramah-tamah atau makan bersama dalam bentuk prasmanan yang telah disiapkan oleh keluarga pihak perempuan.
  6. Di akhir prosesi sangjit, keluarga dari calon mempelai perempuan biasanya akan memberikan seserahan balik atau cinderamata kepada keluarga pihak pria. Cinderamata ini bisa berupa sejumlah manisan ataupun keperluan pribadi untuk calon mempelai pria.
  7. Tak jarang, pihak keluarga calon pengantin perempuan juga akan memberikan angpao kepada para pembawa baki seserahan. Arti dari angpao tersebut adalah sebagai bentuk doa agar mereka bisa lekas menyusul dengan pasangan masing-masing.
Isi Barang yang Menjadi Seserahan Sangjit

Begini Tata Cara, Prosesi, dan Ritual Sangjit, Tradisi Seserahan dalam Budaya Tionghoa Image 2 Begini Tata Cara, Prosesi, dan Ritual Sangjit, Tradisi Seserahan dalam Budaya Tionghoa Image 3
Akreditasi: FCG Sangjit

Barang-barang seserahan akan diletakkan ke dalam baki yang umumnya berjumlah genap, mulai dari 6, 8, hingga maksimal 12 baki. Jumlah boks seserahan tergantung dari bagaimana kesepakatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak keluarga. Berikut isi dari seserahan sangjit:

  • Pakaian atau beberapa helai kain untuk calon pengantin perempuan. Ini menyimbolkan bahwa seluruh keperluan sandang dari seorang istri akan dipenuhi dengan sebaik-baiknya oleh sang suami.
  • Untuk mengikat status sang perempuan, diberikan pula seperangkat perhiasan yang terdiri dari cincin, gelang emas, kalung, dan anting.
  • Uang angpao dan uang pesta. Nantinya, keluarga dari pihak mempelai wanita akan mengambil seluruh uang angpao yang diberikan. Sementara untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja, sisanya akan dikembalikan kepada keluarga mempelai laki-laki. Sebagai contoh, keseluruhan jumlah uang pesta adalah Rp28 juta, lalu keluarga pihak wanita hanya mengambil Rp3 juta, itu berarti biaya pernikahan harus ditanggung sepenuhnya oleh calon mempelai pria. Lain halnya bila keluarga perempuan memutuskan untuk mengambil uang pesta sepenuhnya, maka pesta pernikahan akan ditanggung oleh pihak wanita.
  • Persiapkan tiga baki seserahan yang berisi 18 buah-buahan dengan rasa yang manis, seperti apel, jeruk, pir, dan lain-lain. Pilihan buah ini dipercaya dapat memberikan kedamaian dan rezeki yang melimpah.
  • Satu nampan penuh berisi kue mangkok merah yang juga berjumlah 18 potong. Arti dari kue mangkok ini adalah sebagai pengharapan akan limpahan keberuntungan.
  • Dua pasang lilin besar berwarna merah yang diikat dalam seutas pita merah, ini merupakan lambang perlindungan dari kemungkinan adanya energi negatif. Lilin tersebut umumnya memiliki motif naga dan burung hong. Pihak calon mempelai wanita akan mengambil sepasang dan sisanya akan dibawa pulang oleh calon mempelai pria.
  • Sepasang kaki babi atau makanan kaleng yang jumlahnya antara 8 hingga 12 kaleng, ditambah dengan 6 sampai 12 kaleng kacang polong.
  • Satu baki berisi 2 botol arak atau champagne. Setelah semuanya diambil oleh keluarga pihak perempuan, minuman tersebut kemudian akan ditukar dengan 2 botol sirup merah kepada keluarga pihak pria untuk dibawa pulang.
  • Peralatan kosmetik atau kebutuhan pribadi calon pengantin wanita.
  • Satu nampan penuh berisi uang-uangan yang terbuat dari emas sebagai lambang keberuntungan serta dua pita double happiness untuk pengharapan akan kehidupan yang berbahagia.

Itulah tata cara ritual sangjit beserta isi dari seserahan yang wajib dibawa oleh calon mempelai pria. Bila Anda berencana untuk menggabungkan prosesi sangjit dan lamaran, pastikan untuk tetap berpegang teguh terhadap ritual yang seharusnya agar tidak menghilangkan esensi dari tradisi sangjit.

Vendors you may like

Instagram Bridestory

Follow @thebridestory on Instagram for more wedding inspirations

Visit Now
Visit Now