Blog / Relationship Tips / Tips Berbagi Pengeluaran dengan Pasangan

Tips Berbagi Pengeluaran dengan Pasangan

Warna:
Tambahkan ke Board
tips-berbagi-pengeluaran-dengan-pasangan-1

Isu yang paling sensitif dalam hubungan asmara adalah uang dan keluarga. Serunya lagi, kedua isu ini sering kali saling berkaitan dan jika tidak disikapi dengan bijak maka bisa memengaruhi kualitas hubungan. Khusus tentang isu uang, pembicaraan tentang siapa yang membayar tagihan cukup sering menciptakan friksi. Lantas, bagaimana menyiasatinya agar masalah uang dan tagihan bisa menjadi medium untuk menciptakan rasa kepercayaan serta menciptakan hubungan yang berkualitas?

Dua sumber pendapatan memunculkan titik kritis baru dalam relasi pasangan.

Hidup bersama tentu menciptakan pengeluaran atau tagihan yang harus dibayar. Lalu pertanyaan siapa yang membayar tagihan pun muncul. Menurut Aditi Shekar, pertanyaan ini lebih banyak muncul pada pasangan generasi milenial. "Karena 70% dari pasangan generasi milenial memiliki dua sumber pendapatan atau dual income," jelas Shekar yang merupakan CEO dan pendiri Zeta. Zeta sendiri adalah aplikasi fintech yang dirancang untuk pasangan. Pada generasi orangtua kita, pertanyaan itu tidak muncul karena sumber pendapatannya hanya dari salah satu pihak.

Sumber pendapatan inilah yang kemudian memengaruhi pola konsumsi dalam relasi pasangan dan bahkan berpengaruh langsung pada kualitas hubungan. Maka ada pasangan yang merasa kualitas hubungan mereka akan jadi lebih baik ketika memiliki kartu kredit bersama. Lalu, ada juga pasangan yang merasa membagi dua seluruh pengeluaran serta tidak mengumpulkan bersama sumber pendapatan, adalah cara terbaik. Apapun pilihan Anda dengan pasangan yang harus diperhatikan adalah keputusan tersebut membuat kedua belah pihak bisa menerima dengan baik. Jika tidak, maka ini bisa menjadi sumber masalah besar dikemudian hari.

Adapun mindset yang dapat menempatkan Anda dan pasangan berada pada posisi yang setara adalah mempersepsikan hubungan yang terjalin sebagai team work. Artinya ada visi dan misi yang sama, sehingga segala yang dilakukan serta diputuskan adalah untuk kebaikan sebagai tim. Dan tim yang ideal akan memilih cara pengelolaan pendapatan serta pengeluaran yang terbaik untuk mewujdukan misi bersama.

4 Cara Aman membicarakan dan mewujudkan splitting bills yang ideal.

Jika Anda dan pasangan kemudian memutuskan untuk splitting bills, maka ada beberapa hal yang wajib disepakati. Kesepakatan ini harus diambil dengan kesadaran penuh sehingga tidak 'membahayakan' relasi Anda dengan pasangan. Berikut panduannya:

  1. Bicaralah secara terbuka dengan pasangan tentang status keuangan Anda.
    Ingatlah misi hubungan Anda dengan pasangan, termasuk tentang keuangan, tidak akan terwujud jika Anda berdua tidak saling jujur tentang status keuangannya. Idealnya, Anda dengan pasangan membicarakan status keuangan secara terbuka untuk melatih kepercayaan satu sama lain. Apa saja yang perlu dibicarakan secara terbuka dengan pasangan? SEMUANYA! Termasuk hutang, cicilan, yang kemudian disinergikan dengan mimpi bersama secara finansial. Agar tahap ini bisa berjalan dengan baik, jangan 'menghakimi' ketika pasangan bercerita secara terbuka akan status finansialnya. Ini mengapa sangat penting untuk mengambil waktu khusus serta dalam keadaan santai saat membicarakan ini.
  2. Terapkan konsep kebersamaan untuk menciptakan relasi yang setara dengan pasangan.
    Anda dan pasangan bisa jadi memilih mengatur pendapatan dan pengeluaran dengan membuat satu tabungan bersama. Lalu, masing-masing menyetor ke tabungan tersebut untuk digunakan membayar segala kebutuhan. Atau, ada juga pasangan yang langsung membagi 50:50 untuk segala tagihan.
    Yang seharusnya diingat ketika membicarakan finansial dengan pasangan adalah baik Anda maupun pasangan, keduanya memiliki peran penting serta harus aktif dalam mewujudkan cita-cita finansial bersama. Maka bagilah setiap pengeluarannya dengan merata. Tapi jika jarak pendapatan Anda dengan pasangan terlalu jauh, bagilah pengeluaran secara proporsional. Ini tentu harus disertai dengan sikap kesetaraan alias tidak merasa paling superior. Perasaan superior inilah yang kemudian mendongkrak isu splitting bills bisa sangat memengaruhi kualitas relasi Anda dengan pasangan.
  3. Miliki financial goals bersama pasangan.
    Karena setiap pengelolaan keuangan butuh mimpi atau goals yang harus diwujudkan, maka Anda dan pasangan harus memilikinya juga. Dengan begini kedua belah pihak akan semangat untuk berkontribusi dalam mengelola keuangan demi mewujudkan financial goals bersama. Mimpinya bisa memiliki rumah bersama, memiliki bisnis bersama, atau jalan-jalan keliling dunia. Apapun financial goals Anda dan pasangan, pastikan hal ini juga akan membuat kualitas hubungan terus bertumbuh bersama.
  4. Buat jadwal money dates secara reguler.
    Money dates atau kencan khusus membicarakan status keuangan bersama. Ini sebenarnya sesi "evaluasi" keuangan bersama dengan pasangan. Ingat, evaluasi tujuannya bukan untuk menemukan siapa yang salah ketika target keuangan tidak tercapai. Tapi lebih kepada mengukur seberapa berhasil strategi pengaturan keuangan yang dilakukan telah mendekatkan Anda dan pasangan pada financial goals. Atau bahkan bisa jadi financial goals-nya yang harus diubah agar strategi splitting bills jadi lebih relevan untuk hidup bersama dengan pasangan.

Ingat, splitting bills atau tidak, tujuan Anda dan pasangan memilih hidup bersama adalah untuk sama-sama merasakan bahagia. Jadi, pastikan strategi finansial yang Anda dan pasangan sepakati berada dalam jalur menuju kebahagiaan.

Vendor yang mungkin anda suka