Blog / Relationship Tips / Sering Bertengkar dengan Pasangan: 7 Masalah yang Sering Muncul Saat Mempersiapkan Pernikahan

Sering Bertengkar dengan Pasangan: 7 Masalah yang Sering Muncul Saat Mempersiapkan Pernikahan

Warna:
Tambahkan ke Board
sering-bertengkar-dengan-pasangan-7-masalah-yang-sering-muncul-saat-mempersiapkan-pernikahan-1

Setiap orang tentu memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda jika berbicara tentang konsep pernikahan impian. Ekspektasi yang tinggi tersebut membuat para pasangan ingin selalu maksimal dalam mempersiapkan salah satu hari paling membahagiakan dalam hidup mereka tersebut, sehingga dalam setiap prosesnya, sering kali pasangan calon pengantin mengalami perbedaan pendapat ataupun perdebatan kecil saat akan memutuskan sesuatu. Peristiwa ini tentu saja menjadi hal yang wajar. Sebab, tahapan perencanaan pernikahan sering kali melibatkan banyak keputusan penting, mulai dari pemilihan tanggal, lokasi acara, sampai detail-detail kecil seperti tema dekorasi atau pilihan menu makanan.

Perlu diketahui, setiap konflik atau pertengkaran yang timbul selama proses perencanaan pernikahan sejatinya tidak perlu dianggap sebagai pertanda buruk dalam sebuah hubungan. Sebaliknya, situasi tersebut justru dapat dijadikan pembelajaran bagi kedua belah pihak untuk mengelola konflik secara sehat, salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta mengedepankan rasa saling memahami satu sama lain. Kendati demikian, pertengkaran ini tentu tidak boleh dianggap sepele, harus ada penanggulangan yang tepat agar pasangan calon pengantin dapat melaluinya dengan mudah.

Simak daftar masalah yang sering muncul selama mempersiapkan pernikahan, dan bagaimana solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut di bawah ini.

  1. Beda Keinginan dengan Pasangan
    Berbicara tentang konsep pernikahan impian, kedua belah pihak calon pengantin biasanya memiliki selera atau preferensi yang berbeda-beda. Misalnya, Anda mungkin menginginkan pernikahan intim di tepi pantai dengan latar belakang deburan ombak yang romantis, namun pasangan Anda justru jauh lebih menyukai pesta kebun di tengah pepohonan rindang yang menawarkan atmosfer tertutup. Pandangan yang berbeda seperti ini sering kali menimbulkan perdebatan sehingga sulit untuk mencapai kesepakatan. Konflik bisa saja muncul bila keduanya merasa keras kepala untuk mewujudkan visi pernikahan mereka masing-masing tanpa kompromi terlebih dulu. Jika hal ini terjadi, penting untuk memahami perspektif tiap kepala dengan berdiskusi secara terbuka demi mencari solusi yang tepat. Mungkin Anda bisa mencari titik tengahnya dengan menggabungkan elemen-elemen dari kedua visi tersebut. Misalnya saja, Anda dapat memilih lokasi yang lebih privasi di tengah taman rimbun untuk pertukaran sumpah pernikahan, sementara pesta resepsi diadakan di tepi pantai yang lebih casual dan berkesan untuk mewujudkan keinginan kedua belah pihak. Kuncinya adalah dengan saling mendengarkan untuk memahami perspektif masing-masing.
  2. Jumlah Daftar Tamu Undangan
    Menyusun daftar tamu undangan bisa menjadi momentum yang cukup menyita perhatian pasangan calon pengantin. Pasalnya, Anda harus berkompromi dengan pasangan untuk memutuskan berapa banyak dan siapa saja teman atau kerabat yang ingin diundang. Ditambah lagi, keluarga besar dari kedua belah pihak mungkin memiliki harapan tertentu terkait daftar tamu, sehingga menyelaraskan daftar undangan dengan preferensi pribadi dapat menjadi tugas yang sangat sulit. Apabila kapasitas tempat pernikahan terbatas, pasangan akan dihadapkan pada keputusan yang jauh lebih menantang lagi dalam menentukan daftar tamu. Situasi ini berpotensi menimbulkan konflik jika prioritas masing-masing pasangan tidak sejalan. Solusinya adalah dengan meluangkan waktu untuk membicarakan seputar daftar tamu dengan calon pasangan Anda, libatkan perwakilan keluarga jika mereka memiliki orang yang ingin mereka hadiri.

    Sering Bertengkar dengan Pasangan: 7 Masalah yang Sering Muncul Saat Mempersiapkan Pernikahan Image 1
  3. Permasalahan Soal Dana Pernikahan
    Karena posisinya yang sangat krusial, anggaran pernikahan sering kali menjadi masalah utama saat sedang merencanakan pernikahan. Entah itu soal total tagihan, anggaran yang tiba-tiba saja membengkak, hingga menentukan siapa pihak yang harus bertanggung jawab untuk menanggung biayanya. Hal-hal seperti pembengkakkan total tagihan mungkin saja dapat terjadi lantaran calon pengantin sulit menentukan prioritas soal alokasi pengeluaran pernikahan, ditambah kurangnya komunikasi atau ketidaksepahaman mengenai dana sehingga berpotensi menimbulkan masalah di antara pasangan. Sebagai saran, calon pasangan pengantin perlu melakukan duduk bersama dengan melibatkan pihak-pihak lain yang mungkin turut menyumbang anggaran pernikahan Anda. Prioritaskan pengeluaran tertentu dan buatlah kompromi untuk menentukan alokasi anggaran. Jika orang tua atau calon mertua turut berkontribusi, penting untuk membahas dengan mereka mengenai biaya yang mereka tanggung serta sejauh mana keterlibatan mereka dalam proses pengambilan keputusan keuangan. Komunikasi terbuka dapat membantu mencegah potensi konflik terkait anggaran pernikahan.
  4. Perbedaan Tradisi Keluarga
    Anda dan pasangan mungkin datang dari latar belakang budaya yang berbeda, sehingga sering kali merasa kesulitan ketika harus memutuskan apakah akan mengadopsi salah satu tradisi, menggabungkan keduanya, atau bahkan menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini, penting untuk melakukan percakapan terbuka dan jujur, tidak hanya dengan pasangan saja, namun juga perlu melibatkan pihak keluarga yang biasanya masih sangat tunduk terhadap warisan budaya. Cobalah untuk tanyakan pendapat mereka, lalu masukkan setiap saran-saran yang baik agar dapat menjadi pertimbangan Anda dan pasangan dalam mengambil keputusan. Anda mungkin tidak harus menyenangkan semua orang, tetapi akan lebih baik bila hari pernikahan Anda bisa menjadi momentum ideal untuk menyatukan dua tradisi keluarga yang berbeda.
  5. Beda Pendapat dengan Pasangan
    Selama proses mempersiapkan pernikahan, adalah hal yang wajar apabila terdapat banyak sekali pandangan yang saling bertentangan mengenai segala persoalan. Meskipun pendapat pasangan Anda menjadi prioritas utama, kerumitan mulai muncul ketika pihak lain yang mungkin turut membayar sebagian biaya pernikahan, ikut campur dalam pengambilan keputusan. Belum lagi saat ada kerabat dekat yang merasa perlu untuk mengomentari setiap detail rancangan pernikahan Anda, padahal mungkin saja Anda tidak meminta pendapat mereka. Tentu hal-hal seperti ini bisa menyebabkan kecemasan bagi calon pengantin. Sebagai solusi, Anda bisa mencoba memahami niat mereka dengan mempertimbangkan segala perspektif tersebut, tetapi utamakan selalu sudut pandang Anda dan pasangan. Bagaimanapun, hanya Anda berdua yang berhak mengambil keputusan final.
  6. Konflik dengan Calon Mertua
    Tidak bisa dipungkiri, perselisihan dengan calon mertua sangat umum terjadi selama proses perencanaan pernikahan. Apalagi bila Anda belum mengetahui dengan pasti bagaimana karakteristik calon mertua saat sedang diajak berdiskusi alot. Anda dan keluarga pasangan mungkin saja memiliki perbedaan pandangan lantaran berasal dari latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda pula. Keterlibatan yang berlebihan oleh calon mertua dalam upaya mengendalikan aspek-aspek perencanaan pernikahan seperti ini bisa menyebabkan 'pergesekan' dengan calon menantu. Alhasil, pasangan akan merasa kurang memiliki kendali dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mengatasi masalah ini, ciptakan ruang diskusi terbuka guna berbicara dengan mertua Anda. Jelaskan harapan, pendapat, dan kekhawatiran Anda, seraya memberikan mereka kesempatan untuk berbicara juga. Hindari terlibat dalam konfrontasi yang emosional. Pastikan untuk menjaga selalu emosi Anda dan cobalah untuk tetap tenang selama percakapan berlangsung.
  7. Pembagian Tugas Perencanaan
    Anda tentu tidak perlu berjalan sendirian, hadirnya pasangan bisa meringankan beban pekerjaan Anda selama proses persiapan pernikahan. Akan lebih baik juga apabila Anda berdua bisa membagi tanggung jawab supaya beban pekerjaannya lebih merata. Sebelum membuat daftar tugas, penting untuk mengenali dengan benar bagaimana kekuatan, minat, ataupun keahlian masing-masing. Kemudian bagilah tugas sesuai dengan kemampuan dan minat kedua belah pihak demi memastikan kinerja yang optimal. Sebagai contoh, salah satu dari Anda mungkin memiliki bakat dalam hal desain atau seni dekoratif, ia dapat menangani estetika dekorasi, termasuk pemilihan palet warna, bunga, dan detail artistik lainnya. Sementara pihak yang satunya mungkin memiliki minat dalam hal musik atau hiburan, sehingga ia dapat bertanggung jawab untuk memilih wedding band sekaligus mengidentifikasi musik yang sesuai dengan selera pasangan dan mengurus detail teknis lainnya. Pastikan untuk membagi tugas-tugas tersebut secara merata demi bisa membangun kolaborasi yang sempurna.

Proses perencanaan pernikahan bisa menjadi masa yang penuh tekanan dan emosional. Jadi, penting untuk berkomunikasi secara terbuka agar mencapai kata sepakat.

Vendor yang mungkin anda suka

Instagram Bridestory

Ikuti akun Instagram @thebridestory untuk beragam inspirasi pernikahan

Kunjungi Sekarang
Kunjungi Sekarang