Sebuah Pernikahan yang Sarat Kultur dari Sepasang Pecinta Seni di ICE BSD

oleh Bridestory [[ 1558058400000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:

Mungkinkah pasangan hidup Anda sebenarnya adalah seseorang yang telah dipersiapkan oleh Tuhan sejak lama? Itulah yang Raras rasakan akan kehadiran Fajar. Semuanya bermula dari sebuah permintaan singkat di sela-sela salat magrib yang tanpa rencana. Setelah itu, Raras menemui temannya yang ternyata ingin memperkenalkannya kepada seorang pria. Tidak seperti biasanya, Raras tidak banyak bertanya dan langsung minta dikenalkan. Setelah mengatur waktu beberapa kali, Raras dan Fajar pun bertemu.

Ternyata Raras mengenali adik Fajar. Bahkan, Raras dan Fajar sebenarnya pernah bertemu. 11 tahun yang lalu pada sebuah acara, Raras berpentas sebagai penari dan Fajar pemusiknya. "Dia adalah seseorang yang disimpan Tuhan untuk dipertemukan kepadaku di waktu yang tepat," Raras membatin dan membayangkan segala kebetulan tersebut.

Raras tidak memungkiri jika dari awal dia dan Fajar telah sama-sama memiliki tujuan akan sebuah hubungan yang berlanjut ke pelaminan. Setelah dua minggu berhubungan dekat, Fajar menyatakan keinginannya meminang Raras. Kira-kira satu tahun mereka berpacaran sambil mempersiapkan pernikahan.

  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 001
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 002
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 003
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 004
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 005
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 006
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 007
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 008
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 009
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 010
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 011
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 012
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 013
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 014
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 015
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 016
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 017
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 018
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 019
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 020
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 021
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 022
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 023
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 024
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 025
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 026
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 027
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 028
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 029
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 030
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 031
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 032
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 033
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 034
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 035
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 036
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 037
  • Sebuah Pernikahan Yang Sarat Kultur Dari Sepasang Pecinta Seni Di ICE BSD - 038

Sudah memiliki visi untuk menggunakan konsep Jawa di malam resepsi, Raras dan Fajar pun sepakat untuk mengusung tema nasional untuk acara akad nikah dan semi-resepsi. Mengidolakan Soekarno, mempelai laki-laki pun memilih kemeja safari layaknya sosok Presiden Indonesia yang pertama tersebut. Raras mengimbanginya dengan kebaya putih kontemporer yang disandingkan dengan kain batik milik neneknya.

Akad nikah lalu dilanjutkan dengan semi-resepsi di Plataran Dharmawangsa. "Acara ini seperti resepsi sederhana yang dibuat karena tidak ada acara lamaran di mana semua keluarga besar hadir," ujar Raras, "kalau di acara resepsi utama, kami yakin kami tidak mungkin bersilaturahmi dengan semuanya. Jadilah kami mengadakan acara intim ini yang hanya mengundang keluarga besar dan teman-teman dekat."

Dua hari kemudian barulah malam resepsi utama diadakan. Bertempat di Indonesia Convention Exhibition, sentuhan kebudayaan Jawa kental yang dibalut dengan kreativitas modern sangat menggambarkan jiwa nyeni pasangan ini. Sebuah instalasi buku raksasa menceritakan kisah kasih keduanya dalam Bahasa Sansekerta dan ilustrasi menarik yang disajikan dengan sempurna oleh tim Airy. Instalasi ini menjadi tempat Fajar dan Raras berinteraksi lebih dekat dengan para tamu dan berfoto bersama.

Rangkaian acara di hari bahagianya seperti sebuah mimpi yang terwujud. Raras bisa berkolaborasi dengan perancang busana idolanya, Anne Avantie. "Saya selalu mengikuti peragaan busananya dari dahulu," aku perempuan yang juga berprofesi sebagai pengusaha agen perjalanan ini. "Saya hanya menyampaikan singkat jika saya menginginkan kebaya beludru klasik dengan batik sidomulyo/sidomukti dan sisanya saya serahkan pada kreativitas Bunda Anne. Hasilnya luar biasa. "

Sebagai seorang penari, mempersembahkan tarian khusus di hari bahagianya sudah ada di benak Raras sejak lama. "Tarian Jawa ini saya garap sendiri dan menampilan gerakan-gerakan yang memiliki makna kehormatan dan kepatuhan kepada suami, serta keanggunan seorang perempuan," Raras menjelaskan. Dengan bantuan pelatih dari Sanggar Panca Laras, Raras menjalani latihan yang singkat namun intensif. Tentu tidak mudah menarikannya sambil mengenakan sepatu berhak 12 cm dan ekor kebaya sepanjang 3 m, namun mempelai perempuan mampu menampilkan setiap gerakan dengan penuh hayat hingga sang suami menitihkan air mata kekaguman.


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]