Sebuah Pernikahan Adat Jawa yang Klasik dan Anggun

oleh [[ 1517191200000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:

Dibantu   Learn More


Mesty pertama mengenal Garri di kelas 6 SD. "Kami berbeda sekolah tetapi sama-sama masuk dalam tim basket, jadi seringkali bertemu di pertandingan," Mesty mengenang. Di bangku SMA, keduanya kembali bertemu pada olimpiade sains dan di sanalah Garri mulai tertarik. "Saat itu saya berpikir 'wah, pintar sekali dia'," Garri berkata. Kemudian, Garri melanjutkan studinya ke Jepang dan setiap tahun saat kembali ke Jakarta, ia akan menghubungi Mesty danmengajaknya bertemu. "Pertemuan tidak pernah terjadi hingga tahun 2016!" ujar Mesty sambil tertawa. "Namun saat kami bertemu, ternyata kami satu frekuensi," ujar Mesty mengenai kecocokan mereka.

Karena keduanya terbiasa berdiskusi secara terbuka, 6 bulan sudah cukup untuk Garri menjadi yakin bahwa ia ingin memperistri Mesty. "Tengah sebuah makan malam, kami membahas langkah panjang kami selanjutnya berhubung keesokan harinya Garri akan kembali ke Amerika untuk menyelesaikan studi S2. Ia spontan bertanya 'will you be my wife?' Entah mengapa rasanya sangat spesial dan penuh haru karena terasa begitu tulus dan apa adanya. Tentu saja saya menjawab ya!" Mesty bercerita. Esoknya sebelum berangkat ke airport, Garri membeli cincin untuk tunangannya.

Untuk pernikahan mereka, Mesty menginginkan sesuatu yang tradisional dan klasik, yang tidak akan bergeser karena tren. Karena itu, pasangan ini memutuskan untuk menjalani ritual pernikahan adat Jawa dan menggelar akad nikah di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. Mesty mengenakan kebaya putih karya BIYAN dan mengalami momen yang indah saat pertama bertemu Garri setelah 2 minggu dipingit. "Saya dapat melihat di matanya, betapa bahagianya ia dan betapa ia mencintai saya. Ini membuat saya merasa aman," cerita Mesty.

Dari sana, sang pasangan berganti busana menjadi sebuah dodot yang mereka bawa dari Solo untuk acara resepsi. Musik gamelan dan penari Jawa menghantar Mesty dan Garri masuk ke dalam ruangan. Dan karena kecintaanya pada musik klasik, Mesty pun memainkan lagu All I Ask of You dan Eternal Story dengan harpanya, dipimpin oleh Addie MS. Sang mempelai pria pun mempersembahkan sebuah kejutan manis, menyanyikan 'Kulakukan Semua Untukmu' oleh Fathur dan Nadila bagi pengantinnya.

Sungguh sebuah malam yang bahagia. Lebih dari 3000 tamu hadir dan teman-teman mereka ikut menyumbang penampilan pada acara tersebut. Namun, momen-momen favorit Mesty justru dirasakannya ditengah suasana tenang tanpa banyak distraksi. Mesty berkata, "Semua prosesi adat yang sacral membuat saya dapat merasakan kasih sayang dari keluarga dan teman-teman. Juga, tatapan Garri yang sangat penuh cinta dan betapa tenang perasaan saya menjadi istri seorang Garri benar-benar suatu berkat."

Simak sekali lagi deretan foto oleh Davy Linggar Photography, dan jangan ragu untuk menambahkan foto-foto yang Anda sukai ke inspiration board!


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]

Tampilkan