Pro & Kontra Tinggal Serumah Dengan Orang Tua Setelah Menikah

oleh Belle Biarezky [[ 1573005600000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Tip Hubungan 

Warna:

  • Pro & Kontra Tinggal Serumah Dengan Orang Tua Setelah Menikah - 001

Adalah hal yang lumrah ketika Anda menumpang rumah orang tua sendiri setelah menikah. Tentu saja keputusan ini sudah dibicarakan lebih dulu baik kepada pasangan maupun ayah dan ibu Anda. Jika Anda masih menimbang-nimbang, berikut keuntungan dan kerugiannya menumpang rumah orang tua setelah menikah sebagai bahan pertimbangan Anda dan pasangan.

Pro:

1. Bisa berbagi pengeluaran rumah bulanan
Dana yang dikeluarkan untuk kebutuhan rumah tidaklah sedikit. Tagihan listrik dan internet, maupun biaya kebersihan hingga makan sehari-hari bisa memakan 30% dari pendapatan bulanan Anda. Ketika masih tinggal di atap yang sama, membagi pengeluaran bulanan dengan orang tua Anda tentu meringankan beban finansial kedua belah pihak.

2. Memiliki kesempatan untuk saling mengenal lebih baik
Tinggal dengan orang tua ketika Anda sudah menikah tentu berbeda dengan sebelumnya. Anda dan orang tua bisa saling mengenal dan saling mengerti lebih baik lagi. Lebih dari itu, Anda jadi bisa belajar tentang serba-serbi berumah tangga pada prakteknya secara langsung.

3. Mendapat bantuan dalam mengurus anak
Banyak pasangan yang lebih memercayakan pengurusan anak kepada orang tua daripada tenaga profesional ketika mereka butuh uluran tangan dalam membantu pengasuhan sehari-hari. Apalagi jika salah satu atau kedua orang tua Anda sudah tidak bekerja, tentu saja Anda akan merasa lebih tenang dengan pengawasan dari pihak keluarga. Ikatan antara anak dan kakek/neneknya pun bisa terbangun baik.

Kontra:

1. Menurunnya rasa percaya diri suami
Peran suami Anda sebagai kepala keluarga tentunya tidak maksimal karena Anda masih "menumpang" kepada orang tua. Karena menempati rumah mereka, tentu saja peran orang tua Anda dalam mengatur rumah tangga lebih dominan. Hal ini bisa menyebabkan kegelisahan dalam diri suami Anda karena ia kurang bisa mengekspresikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.

2. Terjebak di antara konflik mertua-menantu
Walaupun Anda nyaman tinggal dengan orang tua sendiri, suami Anda tentunya perlu waktu dalam menyesuaikan diri. Perbedaan karakter dan kebiasaan dari kedua pihak bisa memicu konflik antara mertua dan menantu. Anda pun bisa terjebak di antara tuntutan membela orang tua atau suami.

3. Selalu ada campur tangan orang tua
Karena Anda tinggal di rumah mereka, campur tangan orang tua dalam urusan pernikahan Anda sulit untuk dihindari. Ruang privat yang terbatas dalam satu atap bisa menjadi pemicu keterlibatan orang tua yang terlalu jauh dalam urusan rumah tangga Anda sendiri.

Sebelum tinggal dengan orang tua, sebaiknya Anda memberi pengertian baik kepada mereka maupun suami Anda untuk menjalin komunikasi yang baik di antara ketiganya. Bantu pasangan Anda mempersiapkan diri dengan mempelajari kiat tinggal serumah dengan mertua di artikel ini.


KREDIT KE VENDOR:

  • Fotografi: iStock

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]