Pernikahan Yang Terinspirasi Negara Yunani di Uluwatu, Bali

oleh Karina Leviani [[ 1500256800000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:


Clarinta dan Jan-Philipp, atau JP, bertemu saat keduanya sedang backpacking ke Athena, Yunani pada tahun 2011. "Saya kebetulan tinggal di hostel yang sama dengannya. Kami akhirnya menjelajahi kota tersebut bersama dan terus berhubungan bahkan setelah perjalanan berakhir," Clarita mengenang. Empat tahun kemudian, pasangan ini kembali mengunjungi Yunani untuk menghadiri pernikahan seorang teman. "Pada malam terakhir kami di Athena, JP mengajak saya ke sebuah restoran yang romantis dan melamar saya setelah makan malam. Jadi, kami bertemu di Athena dan bertunangan di kota yang sama!" ujarnya

Setelah menetapkan tanggal pernikahan, perencanaan pernikahan mereka segera dimulai. Persiapan pada awalnya tidak berjalan mulus. "Pekerjaan JP mengharuskannya berada di Eropa hampir sepanjang tahun. Ini berarti saya harus melakukan seluruh persiapan seorang diri, sambil bekerja," kenang Clarinta. Saat itulah mereka menemukan Flying Bride. "Saya pertama tahu tentangnya dari Bridestory dan memutuskan untuk menggunakan jasanya saat Bridestory Fair 2016. Karena sayapun seorang desainer, saya menetapkan standar tinggi untuk pernikahan saya. Namun arahan Tassya yang selalu tepat membuat saya merasa aman mempercayakan pernikahan ini di tangannya," jelas Clarinta.

Saat menciptakan konsep pernikahan mereka, Tassya dari Flying Bride menarik inspirasi dari Kota Athena. "Kota ini berperan penting dalam hubungan Clarinta dan JP. Karena itulah kami menyisipkan unsur-unsur kota tersebut dalam pernikahan mereka," ia menjelaskan. Ia memutuskan untuk menggunakan pola marmer Parthenon pada undangan dan memberi nuansa warna biru yang mewakili Yunani. "Karena pernikahannya akan diadakan di Khayangan Estate, Bali, kami menggunakan kombinasi daun zaitun dengan bunga tradisional Indonesia seperti melati dan sedap malam pada dekorasi," ia menambahkan.

Di hari pernikahan, Clarinta tampak sangat cantik. Ia mengenakan gaun three-in-one karya Imelda Hudiyono. "Saya sangat menyukai kepribadian Imelda yang lugas dan menyenangkan. Gaunnya sendiri sangatlah sempurna untuk tiap rangkaian acara pernikahan saya," Clarinta mengatakan. Jalinan daun zaitun diletakkan di atas kepalanya dan riasan Eva Lovira melengkapi tampilannya pada hari itu. Menurut kami, Clarinta terlihat bagaikan seorang dewi dari cerita mitologi Yunani.

Di balik tampilan luarnya yang tenang, JP sebenarnya sangat gugup. "Saya sangat bahagia namun di sisi lain merasa sedikit cemas. Saya hanya berharap semuanya berjalan lancar, para tamu menikmati acara, dan yang paling penting, Clarinta mendapatkan hari bahagia yang selalu ia idamkan," ujar sang mempelai Pria. Clarinta sendiri pun gugup karena tak biasa menjadi pusat perhatian. Namun setelah makan malam, pidato dan acara first dance, keduanya mulai terlihat lebih santai. "Saya sangat bahagia dapat melihat teman dan keluarga kami berkumpul bersama untuk merayakan hari bahagia ini," Clarinta berkata.

Lihat sekali lagi foto-foto artistik karya Terralogical dan tambahkan foto yang Anda sukai ke inspiration board!


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]