Pernikahan Klasik Serba Putih di Sebuah Bangunan Bergaya Kolonial

oleh Michelle Phang [[ 1544407200000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:

Sebagai pasangan yang memiliki begitu banyak kenangan di Pulau Dewata, tidak mengherankan lagi apabila Windy dan Wahyu mengakui bahwa mereka ingin mengadakan pernikahan di pulau tersebut dengan konsep klasik yang intim. Alasan untuk menyelenggarakan pernikahan destinasi semakin diperkuat karena keduanya mendambakan sebuah perayaan dengan pemandangan alam yang tentunya akan sulit ditemukan di kota asal mereka, yakni Jakarta.

Ketika angan-angan akan sebuah pernikahan destinasi akhirnya terwujudkan, maka langkah selanjutnya adalah pencarian venue impian. Windy menuturkan bahwa ia menyukai arsitektur khas Prancis sehingga ketika menemukan Rumah Luwih yang bergaya kolonial, sang mempelai wanita pun langsung jatuh hati. Dengan bantuan wedding conceptor Flying Bride dan dekorator, Rose and Willow, pernikahan kedua sejoli ini ditata seklasik mungkin dengan rona serba putih yang dipenuhi dengan bunga beraroma harum, seperti lili. Sang suami yang berprofesi sebagai seorang kontraktor juga memberikan sentuhan personal. Venue tepi pantai tersebut dipercantik dengan sebuah konstruksi tambahan sebagai latar prosesi pemberkatan sekaligus lantai dansa di acara resepsi.

Tangan handal Yefta Gunawan juga ikut menambah keelaganan sang mempelai wanita. Pada hari teristimewa itu, Windy meminta sang desainer untuk merancang empat tampilan berbeda. Adapun tradisi keluarga yang mengharuskan Windy untuk tidak melepas busana pengantinnya sehingga sang desainer mengupayakan sebuah busana versatile untuk dikenakan dari acara pagi hingga malam hari. "Saya tidak akan melupakan bagaimana indahnya renda pada ujung veil yang dirancang senada dengan motif laser cut pada undangan," kenang sang pengantin. Sentuhan warna lilac dan beige pada busana keluarga dan sahabat terdekat pun juga terlihat memperindah keseluruhan estetika pernikahan.

Sebagai pengantin baru, Windy juga ingin membagikan tips kepada para pengantin yang akan segera menikah. Berdasarkan pengalamannya menggelar resepsi seated dinner, Windy menyarankan agar para pengantin dapat lebih selektif memilih menu makanan yang dapat diterima oleh berbagai kalangan, serta jangan sungkan berpesan kepada penyedia catering agar makanan disajikan secepatnya ketika masih hangat. Ia pun menghimbau agar pernikahan luar ruangan sebaiknya memerhatikan kondisi cuaca setempat supaya para tamu dapat mengikuti prosesi dengan nyaman. "Saat momentum pemberkatan, saya tidak menyangka kalau terik matahari dapat membuat para tamu kepanasan sehingga pada akhirnya kursi-kursi yang disediakan tidak ditempati. Jadi sebaiknya, pikirkan kembali timing untuk mengadakan acara di luar ruangan," tutup sang pengantin.

Gulir kembali ke atas untuk melihat detail pernikahan penuh pesona ini yang diabadikan oleh Taylor & Porter.


KREDIT KE VENDOR:


Temukan inspirasi pernikahan, pilihan vendor baru dan terbaik, serta beragam artikel menarik seputar tren dan hubungan pernikahan. Download aplikasi Bridestory sekarang di App Store dan Google Play Store

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]

Tampilkan