Pasangan Sedang Mengalami Krisis Dalam Pekerjaan? Simak 7 Saran Bagaimana Menyikapinya

oleh Belle Biarezky [[ 1601949600000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Relationship Tips 

Warna:

  • Photography: iStock

Dalam rumah tangga, konflik tidak hanya terjadi karena faktor internal, namun juga faktor eksternal yang tidak langsung berhubungan dengan pasangan, salah satunya urusan pekerjaan suami atau istri Anda. Tidak dipungkiri jika pekerjaan yang memberikan pendapatan dalam rumah tangga menjadi hal yang krusial dalam pernikahan.

Jika karier atau bisnis yang dijalani pasangan sedang mengalami krisis atau problem yang cukup besar, tentunya hal ini bisa memiliki pengaruh yang besar, tidak hanya pada mental pasangan Anda yang menghadapinya, tapi juga pada kondisi rumah tangga. Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19, tidak heran jika dampak negatif dari banyak bisnis yang merosot pun memengaruhi kondisi keuangan banyak orang, tak terkecuali yang sudah berkeluarga.

Apapun profesi Anda, seorang pekerja profesional atau istri/suami yang stay at home, berikut beberapa tips bagaimana harus bersikap ketika pasangan Anda sedang mengalami krisis dalam pekerjaan:

1. Selalu ada dari awal terjadi masalah/krisis
Krisis yang terjadi dalam pekerjaan terkadang bisa menyita beberapa hari, bahkan bulan, sampai mendapatkan solusinya. Pastikan Anda selalu di sisinya ketika krisis pertama kali menerpa pasangan Anda. Tanyakan apa yang terjadi, apa yang ada di dalam pikirannya, dan apa yang mungkin akan terjadi ke depannya.

2. Lebih banyak mendengar
Jadilah pihak yang lebih banyak mendengar. Biarkan suami atau istri Anda mengeluarkan semua uneg-uneg. Berusahalah untuk lebih mengerti secara dalam isu-isu dalam permasalahannya dibandingkan langsung mengutarakan pendapat.

3. Memberi semangat, namun netral
Terhadap krisis yang dihadapi, di luar apakah pasangan Anda menjadi pihak yang bersalah atau benar, tetap tunjukkan bahwa Anda akan selalu mendukungnya. Namun, hindari memberikan penilaian subjektif terhadap permasalahannya. Ingatlah bahwa yang paling utama adalah mendukung pasangan Anda untuk berpikir positif.

4. Berusaha untuk lebih sabar
Ketika seseorang sedang menghadapi masalah, terkadang emosinya menjadi tidak stabil. Banyaknya pikiran mungkin membuat pasangan Anda tidak fokus, lupa, bahkan tidak bisa menahan emosi. Berusahalah untuk menghadapinya dengan sabar dan tidak meresponnya dengan emosi juga. Jangan menjadi dendam dan tetaplah menjadi pihak yang lebih stabil.

5. Berikan me-time-nya
Bagi beberapa orang, permasalahan yang datang membuatnya harus menyendiri agar bisa berpikir tenang untuk mencari jalan keluar. Jika pasangan Anda seperti ini, hargailah keputusannya. Mungkin saja ia juga ingin menghindari konflik dalam pekerjaannya sampai merambat ke ranah rumah tangga. Memberi jarak merupakan upayanya agar hubungan dengan Anda tetap sehat.

6. Berikan perhatian ekstra
Seperti yang sudah disebutkan di mana kemungkinan terjadi perubahan sikap pada diri pasangan Anda, sebaiknya Anda memberikan perhatian ekstra, baik moral maupun material ketika ia di rumah. Anda bisa mengambil alih beberapa tugas rumah tangganya dahulu, atau sesimpel menyiapkan menu-menu kesukaannya lebih sering.

7. Bantu mencari solusi
Jika Anda memiliki pasangan yang suka berdiskusi, jangan sungkan untuk mengutarakan opsi-opsi solusi yang Anda punya. Apalagi jika kalian berprofesi di ranah yang sama, pasangan pasti akan sangat menghargai jika Anda tidak sekedar mendukung, namun juga turut ambil andil dalam menyelesaikan konflik yang terjadi.

Terkadang permasalahan eksternal bisa menjadi pemicu konflik internal yang sebelumnya terasa tidak nampak. Apabila hal tersebut sudah terlalu sulit untuk Anda tangani sendiri, cobalah menjadi bantuan mediator untuk menjadi penengah konflik Anda, seperti konsultan pernikahan.




Temukan inspirasi pernikahan, pilihan vendor baru dan terbaik, serta beragam artikel menarik seputar tren dan hubungan pernikahan. Download aplikasi Bridestory sekarang di App Store dan Google Play Store

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]

Tampilkan