Intimasi Pernikahan a la New Normal dari Pasangan Pengantin Betawi

oleh Alycia Putri [[ 1597024800000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Weddings 

Warna:

Berawal dari pertemanan yang akrab, Rania dan Wahyu sudah saling mengenal ketika keduanya kuliah di universitas yang sama. "Waktu masih kuliah, kami suka nongkrong bareng teman-teman dan kakak saya juga. Sampai akhirnya di bulan Maret 2012, saya semakin dekat dengan Wahyu dan kami jadian pada tanggal 1 Mei 2012," kenang Rania. Selama berpacaran tujuh tahun, Wahyu pun mengungkapkan niat baik untuk menjalani sisa hidupnya bersama dengan sang kekasih hati. "Secara pribadi, Wahyu melamar saya di rumah saya. Kalau biasanya lamaran mengundang orang-orang atau keluarga besar, kami tidak. Seminggu kemudian, kami mengadakan pertemuan keluarga inti di restoran. Di momen itu, Wahyu secara resmi melamar saya bersama ibu dan kakak-kakaknya. Kami juga langsung menentukan tanggal pernikahan," cerita Rania.

Dalam waktu setahun sebelum akhirnya menikah pada tanggal 21 Maret 2020, Rania dan Wahyu kerap kali membicarakan konsep pernikahan, bahkan vendor-vendor apa saja yang mau mereka hubungi. "Sejak awal kami menginginkan konsep pernikahan yang intim dan bertema garden party. Tidak ada resepsi karena kami mau, sehabis akad nikah, langsung acara makan-makan. Untuk tempat pernikahan, kami juga tidak mau repot-repot mencari, jadi kami mengadakan pernikahan di Bumi Apsari karena itu milik tante saya sendiri," jelas sang mempelai perempuan. Namun, di balik persiapan yang begitu matang, sepasang kekasih ini harus menghadapi tantangan di waktu mendekati hari H pernikahan. Virus Corona yang mulai meluas di Jakarta membuat perasaan kedua mempelai ini bercampur aduk antara bahagia dan khawatir. "Kami menikah tanggal 21 Maret 2020 dan keputusan PSBB pertama di Jakarta itu tanggal 23 Maret 2020. Jadi, sebenarnya kami hampir terancam untuk menikah di KUA saja," ungkap mempelai perempuan.

Menikah di tengah kondisi pandemi, tentunya protokol kesehatan sudah disiapkan oleh pihak kedua mempelai dan para vendor. Tamu yang hadir harus melakukan tes suhu badan terlebih dahulu sebelum masuk ke venue, wajib menggunakan masker, menyiapkan cairan pembersih tangan, dan hanya menerapkan salaman dengan cara namaste. "Selama acara pernikahan berlangsung tidak diperbolehkan untuk berkumpul lama-lama di area makanan. Kami juga memberikan tanda berupa stiker bulat untuk tamu yang memang suhu tubuhnya di bawah 37,5 derajat Celcius. Kalau di atas itu, dengan berat hati dan segala hormat, tidak diperbolehkan untuk masuk ke area utama," tutur Rania. Fotografer dari Kimi and Smith juga menceritakan keadaan lapangan yang diatur sedemikian rupa agar kondusif. "Awalnya kami merasa khawatir, tetapi karena pihak dari WO dan keluarga sudah menjelaskan protokol kesehatan hingga ada dokter yang berjaga di lokasi, kami dapat bekerja lebih tenang dan aman," Derryace dari Kimi and Smith menambahkan.

Meskipun dilangsungkan di tengah kondisi pandemi yang baru menyebar di Jakarta, suasana hangat dan penuh sukacita dalam pernikahan dengan adat Betawi ini diabadikan secara lugas oleh tim fotografi Kimi and Smith. "Hal yang menarik dari pernikahan ini adalah keceriaan dan kebahagiaan dari kedua mempelai yang tetap semangat mengadakan pernikahan walaupun di tengah pandemi, ditambah dengan adanya kerabat perempuan dari keluarga Rania yang ternyata hobi fotografi dan turut mengabadikan momen tersebut bersama saya," kenang Derryace.

Temukan inspirasi pernikahan, pilihan vendor baru dan terbaik, serta beragam artikel menarik seputar trend dan hubungan pernikahan. Download aplikasi Bridestory sekarang di App Store dan Google Play Store.


KREDIT KE VENDOR:


Temukan inspirasi pernikahan, pilihan vendor baru dan terbaik, serta beragam artikel menarik seputar tren dan hubungan pernikahan. Download aplikasi Bridestory sekarang di App Store dan Google Play Store

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]

Tampilkan