Apakah Saya Terlalu Menuntut?

oleh Belle Biarezky [[ 1596506400000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Tip Hubungan 

Warna:

Pernahkah Anda merasa bahwa Anda dan pasangan bersitegang soal permasalahan yang sama? Terkadang, memang lebih mudah mencari kesalahan pada orang lain daripada mengakui kesalahan sendiri. Ketika Anda mencoba reflektif, mungkin terbesit dalam pemikiran, "Apakah saya terlalu menuntut?" Apalagi ketika Anda dan pasangan sudah memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, sebaiknya pemikiran yang mengganjal tersebut segera dibicarakan dengan baik-baik kepada pasangan.

Dalam hal ini, intropeksi diri adalah hal yang sangat penting dilakukan. Mulailah dari diri sendiri. Apakah Anda sering melakukan hal-hal di bawah ini terhadap pasangan? Jika ya, berarti Anda terlalu termasuk pasangan yang banyak menuntut.

1. Anda selalu meminta dengan paksa

Anda jarang memikirkan kondisi pasangan saat meminta sesuatu dan berekspektasi tinggi terhadap pasangan Anda untuk mewujudkannya.

2. Anda selalu merasa kurang diperhatikan

Karena Anda selalu menuntut agar pasangan mewujudkan permintaan Anda, maka Anda selalu ingin diprioritaskan dan akan merasa kecewa jika pasangan lebih mengunggulkan hal lain daripada kepentingan Anda.

3. Anda sangat bergantung

Merasa dimanjakan bisa menjadi hal yang positif. Namun, jika Anda menjadi terlena dan selalu bergantung kepada pasangan, seperti selalu ingin diantar ke mana pun Anda pergi, hal ini adalah pertanda Anda seorang yang penuntut.

4. Anda memberlakukan wajib lapor

Setiap pasangan melakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat, Anda menuntutnya untuk selalu mengabari. Dan jika ia lalai, Anda selalu meresponnya dengan negatif.

5. Anda selalu memojokkannya saat berbuat kesalahan

Dalam hubungan percintaan, terkadang problem yang timbul diakibatkan oleh kedua belah pihak. Namun, Anda selalu merasa benar dan kesalahan pasti berasal dari pasangan sehingga Anda terus memojokkannya tanpa mau menerima penjelasannya.

6. Anda selalu memberi kritik

Apa pun yang dilakukan pasangan selalu ada kekurangannya dan Anda tidak pernah melihat sisi positifnya. Akibatnya, kritik yang disampaikan secara gamblang maupun tersirat selalu menjadi bagian dari percakapan yang Anda sampaikan kepada pasangan.

7. Anda melanggar privasinya

Walaupun sudah menikah, setiap orang tetap membutuhkan privasinya walaupun hanya sejenak. Sesederhana Anda sering mengecek telepon genggamnya hingga e-mail pekerjaannya, hal itu sudah termasuk perbuatan di luar batas terhadap pasangan Anda.

8. Anda membatasi pergaulannya

Apakah Anda selalu menentukan dengan siapa pasangan Anda bersosialisasi? Hal ini termasuk mengekang kebebasannya dengan memaksanya untuk mengikuti keinginan Anda.

Apabila Anda cukup sering melakukan beberapa hal di atas, atau bahkan semuanya, terhadap pasangan, cobalah untuk mengintropeksi diri dan pikirkan bagaimana perasaan pasangan Anda. Jika sifat penuntut ini tidak Anda kurangi, kemungkinan besar hubungan yang kalian jalani akan semakin tidak sehat dan tidak akan bertahan lama.


KREDIT KE VENDOR:

  • Fotografi: iStock

Temukan inspirasi pernikahan, pilihan vendor baru dan terbaik, serta beragam artikel menarik seputar tren dan hubungan pernikahan. Download aplikasi Bridestory sekarang di App Store dan Google Play Store

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]

Tampilkan