Blog / Relationship Tips / 8 Tips dari Konselor Pernikahan untuk Menjaga Pernikahan Tetap Penuh Cinta

8 Tips dari Konselor Pernikahan untuk Menjaga Pernikahan Tetap Penuh Cinta

Warna:
Tambahkan ke Board
8-tips-dari-konselor-pernikahan-untuk-menjaga-pernikahan-tetap-penuh-cinta-1

Sering kali orang berpikir menjaga hubungan yang long lasting dan selalu penuh percikan cinta adalah dengan melakukan hal-hal yang kompleks. Padahal kunci dari hubungan yang langgeng adalah menciptakan kenyamanan dan kepuasan satu sama lain. Dan kepuasan bukan melulu tentang gairah seksual, karena seiring dengan pertambahan usia maka gairah ini bisa berkurang.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kekuatan cinta dalam ikatan pernikahan yang sudah berlangsung lama? Salah satu caranya adalah "mencuri" ilmu dari konselor pernikahan. Mengapa konselor pernikahan? Karena mereka setiap harinya berhadapan dengan segala dinamika rumah tangga yang dihadapi para klien, dan kemudian memberikan saran yang bisa diaplikasikan secara berkala.

  1. Saling menjadi pendengar yang baik.
    Susan Hartman Brenizer adalah seorang konselor pernikahan dan sudah menikah dengan suaminya selama 18 tahun. Ia bercerita setiap malam mereka selalu menyediakan waktu untuk saling mendengarkan. Meskipun hanya 10 menit, tapi momen saling bercerita dan mendengarkan ini akan menyelamatkan pernikahan dari stagnasi. Sesungguhnya, sambung Brenizer, kita dan pasangan akan selalu berubah. Dengan meluangkan waktu untuk saling bercerita dan mendengarkan, maka kita bisa "ter-update hal baru dari pasangan. "Dan ingat, terkadang kita serta pasangan hanya butuh didengarkan, bukan diberikan solusi. Ketika kita merasa orang yang paling kita cintai selalu mendengarkan dengan seksama maka rasa selalu dihargai akan muncul. Inilah yang akan menjaga cinta dengan pasangan tetap hangat," papar Brenizer seperti dilansir brides.com.
  2. Melatih Empati.
    Salah satu fondasi yang membuat pernikahan bisa bertahan lama adalah empati. "Empati dan pengertian selalu muncul pertama sebelum kemudian memberikan masukan atau solusi," ucap Brenizer. Jadi ketika pasangan bercerita tentang tantangan atau drama kantor yang sedang dihadapinya, dengarkan lalu biarkan dia memvalidasi emosi serta pikirannya. Jika Anda dan pasangan secara konsisten melakukan ini maka keintiman akan membuat hubungan terus berkembang semakin mendalam.
  3. Komunikasikan apa yang menjadi kebutuhan Anda.
    Dengan menjalani pernikahan yang sudah lama, banyak pasangan lantas berpikir kalau seharusnya pasangannya bisa membaca keinginannya. "Sadarilah bahwa pasangan tidak bisa membaca pikiran kita," ucap Brenizer seraya menyebutkan meski sudah menikah 18 tahun namun ia tidak selalu tahu apa yang ada dipikiran pasangannya. Dan hal ini sangatlah wajar. Jadi tidak selamanya gaya komunikasi passive-aggressive bisa efektif, karena kadang kala kita hanya perlu menyampaikan apa yang kita butuhkan kepada pasangan. Kondisi ini menurut Brenizer akan menciptakan rasa nyaman dari kedua belah pihak karena punya kebebasan yang sama untuk menyampaikan kebutuhannya.
  4. Sampaikan protes dengan bijak.
    Ketimbang menyalahkan pasangan, lebih baik komunikasikan ketidaksukaan Anda tanpa memperuncing situasi. Brenizer memberi contoh, ketika suaminya tidak mencuci piring padahal sebelumnya sudah disepakati bahwa ia akan melakukan hal itu. "Komunikasi yang saya pilih adalah yang membuat dia tidak menjadi defensif karena bukan ini yang saya butuhkan." Lantas bagaimana ia menyampaikan protes terhadap suaminya? "Saya katakan, saya merasa kamu mengabaikan saya apabila kamu tidak memenuhi janjimu untuk mencuci piring. Bolehkah untuk berikutnya kamu mengingat untuk mencuci piring?" Gaya penyampaian ini menciptakan ruang suami untuk terlibat dalam percakapan, sehingga menyadari bagaimana cara untuk memperbaikinya.

    8 Tips dari Konselor Pernikahan untuk Menjaga  Pernikahan Tetap Penuh Cinta Image 1
  5. Jangan pelit memberikan pujian.
    Ketika kita sudah dalam satu pernikahan yang sudah berlangsung lama, sering kali kita tidak menganggap penting pasangan atau taken for granted. Persepsi ini akan membuat kita merasa tidak perlu mengatakan "I love you" atau "Terima kasih sayang, masakan kamu enak sekali" karena meyakini pasangan sudah tahu kok kalau Anda mencintai dia. Padahal menurut Brenizer, pujian dan ekspresi cinta akan membuat pasangan merasa terlihat, dicintai, dan dihargai.
  6. Menegaskan ekspresi cinta melalui gesture.
    Brenizer mengingatkan pentingnya untuk selalu memberikan gesture atau bahasa tubuh yang positif kepada pasangan. Mengapa? Karena bahasa non verbal ini akan menyakinkan pasangan bahwa ekspresi cinta Anda tidak hanya "manis di bibir" tapi juga teraktualisasi dengan hangat.

    8 Tips dari Konselor Pernikahan untuk Menjaga  Pernikahan Tetap Penuh Cinta Image 2

  7. Menyelesaikan konflik dengan percakapan yang setara.
    Setiap pernikahan pasti harus berhadapan dengan konflik. Ini adalah hal yang normal. Bahkan, Brenizer menyarankan untuk tidak menghadapi konflik dengan memendam perasaan atau dengan saling berdebat penuh emosi. Kunci untuk menghadapi konflik adalah kedua belah pihak harus dalam keadaan tenang, tapi bukan berarti membiarkan residu konflik mengendap dalam waktu lama. "Jadi selesaikan konflik dengan saling berdiskusi. Diskusi dilakukan dengan perspektif saling mendengarkan dengan tenang, tidak membentak atau menyalahkan," ucap Brenizer tegas.
  8. Beri ruang untuk pasangan merasa mandiri.
    Brenizer menyebutkan, meski ia begitu menikmati momen-momen bersama suaminya bukan berarti ia tidak butuh momennya sendiri. Tidak hanya sekadar me time, Brenizer menyebutkan juga bahwa setiap orang harus memberikan pasangannya ruang untuk tetap merasa mandiri. "Dengan saling menjaga kemandirian serta mencegah kodependensi yang berlebihan maka kualitas hubungan akan semakin sehat karena mendorong pasangan untuk tetap berkembang sebagai individu."

Vendor yang mungkin anda suka

Instagram Bridestory

Ikuti akun Instagram @thebridestory untuk beragam inspirasi pernikahan

Kunjungi Sekarang
Kunjungi Sekarang