Blog / Wedding Ideas / 8 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Mempersiapkan Pernikahan

8 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Mempersiapkan Pernikahan

Warna:
Tambahkan ke Board
8-kesalahan-yang-kerap-dilakukan-saat-mempersiapkan-pernikahan-1

Menggelar acara pernikahan bukan sekadar menghadirkan keluarga, sahabat, dan teman pada hari terpenting dalam hidup Anda. Karena menggelar acara pernikahan adalah tentang mewujudkan mimpi pernikahan Anda sambil mengajak keluarga, sahabat dan teman menjadi bagian dari momen penting ini. Yup mempersiapkan pernikahan adalah menciptakan momen yang tidak terlupakan baik bagi pengantin maupun keluarga serta tamu undangan.

Jadi tidak heran kalau impian para calon pengantin ketika mempersiapkan pernikahan adalah membuat semuanya sempurna. Dan untuk mencapai kesempurnaan ada banyak elemen serta pihak yang harus dilibatkan di dalamnya. Tapi karena ini adalah momen pertama kali menyiapkan pernikahan, maka banyak juga calon pengantin yang tidak mengerti memulai dari mana. Karena tidak paham alhasil calon pengantin menjadi gamang dan kerap melakukan kesalahan saat mempersiapkan pernikahan.

Agar hari pernikahan Anda terwujud sempurna, Bridestory memberikan panduan agar Anda dan pasangan tidak masuk dalam situasi blunder yang berujung pada kesalahan saat mempersiapkan pernikahan. Catat dan hindari 8 kesalahan yang kerap dilakukan saat mempersiapkan pernikahan berikut ini:

  1. Tidak mengutamakan keinginan Anda dan pasangan.
    Pernikahan dalam persepsi masyarakat Indonesia adalah perhelatan keluarga besar. Alhasil mempersiapkan pernikahan fokusnya bagaimana menghadirkan seluruh undangan keluarga ketimbang mengutamakan keinginan Anda dan pasangan. Karena itu setelah Anda dan pasangan sepakat untuk menikah, definisikanlah bersama pernikahan seperti apa yang diinginkan. Lalu setelah sepakat maka Anda dan pasangan bisa menentukan besaran budget atau biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkannya. Setelah tahu pernikahan seperti apa yang diinginkan serta berapa biaya yang dibutuhkan, Anda dan pasangan bisa menentukan elemen utama pada acara pernikahan, apakah makanannya, musiknya atau kebersamaannya. Dari sinilah Anda dan pasangan bisa mengukur skala perayaan pernikahan yang ingin diwujudkan.
  2. Tidak mencari tahu tentang peraturan menggelar pernikahan di masa pandemi.
    Keberadaan virus penyebab Covid-19 membuat semua orang beradaptasi ketika berinteraksi. Karena virus ini lebih cepat menyebar ketika manusia berkerumun, maka sudah pasti acara pernikahan ikut beradaptasi. Pastikan Anda dan pasangan mendapatkan informasi terbaru tentang apa yang boleh dan tidak boleh ketika menggelar pernikahan di saat pandemi. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa menentukan waktu serta tempat seperti apa yang diperbolehkan untuk acara pernikahan.
  3. Membeli baju pernikahan sebelum menemukan tempat diadakannya pernikahan.
    Memang betul, Anda memilih model baju atau gaun pernikahan yang sesuai keinginan. Tapi baju pernikahan, baik yang dipakai pengantin wanita maupun pria, idealnya menyesuaikan dengan tempat acara pernikahan diadakan. Misalnya, jika Anda dan pasangan memilih mengadakan acara pernikahan di ballroom yang merupakan ruangan megah, maka sebaiknya pakaian pengantin juga mampu menjadi fokus utama bagi setiap orang yang hadir. Artinya baju pengantin harus megah dan elegan. Jika Anda dan pasangan salah memilih baju maka bisa jadi kalian akan terlihat sama dengan tamu undangan.
  4. Mengabaikan kondisi cuaca saat pelaksanaan pernikahan.
    Meski Indonesia hanya terdiri dari dua musim, yaitu musim panas dan penghujan, bukan berarti Anda hanya waspada di musim penghujan. Karena di musim panas, Anda dapat menentukan tempat dan waktu yang nyaman bagi tamu undangan untuk menghadiri acara pernikahan. Melalui aplikasi prakiraan cuaca, Anda dan pasangan bisa memprediksi bagaimana kondisi cuaca di hari H pernikahan. Informasi ini akan membantu Anda dalam memprediksi kesulitan apa saja yang mungkin dihadapi tamu undangan pada hari H.
  5. Menyebarkan undangan terlalu cepat.
    Anda pasti sudah tidak sabaran untuk membagikan kabar kapan hari pernikahan akan digelar. Ini reaksi yang wajar karena berharap semua tamu undangan bisa meluangkan waktu untuk hadir di hari penting dalam hidup Anda. Tapi menyebarkan undangan terlalu cepat justru bisa membuat tamu kelupaan untuk menghadiri pernikahan Anda. Untuk tamu undangan yang ada di dalam kota, idealnya undangan bisa diberikan 2-3 minggu sebelum hari H. Tapi untuk yang berada di luar kota atau di luar negeri, sah-sah saja untuk memberitahukan lebih cepat sekitar 1-1,5 bulan sebelum hari H.
  6. Mengundang terlalu banyak tamu.
    Pada saat memilih tempat acara pernikahan, tentu Anda dan pasangan sudah menyesuaikannya dengan total tamu undangan. Tapi seringkali para calon pengantin memaksakan diri dengan mengundang tamu melebihi kapasitas gedung karena berpikiran belum tentu semuanya menghadiri acara pernikahan. Tindakan ini sangat fatal karena justru Anda harus membayangkan kalau semua tamu undangan hadir, apakah tempatnya nyaman untuk diisi oleh banyak orang? Apalagi kehadiran tamu undangan juga berkaitan dengan kecukupan makanan yang disajikan. Jika makanannya kurang, maka tamu undangan tidak bisa menikmati acaranya.
  7. Terlalu "mengatur" vendor.
    Memang benar Anda membayar vendor untuk mewujudkan pernikahan impian, tapi bukan berarti Anda mengatur semuanya. Berikanlah kepercayaan kepada vendor, karena mereka lebih berpengalaman dalam mempersiapkan serta memastikan semua prosesi serta resepsi pernikahan berjalan lancar. Yang perlu Anda lakukan adalah meminta setiap vendor untuk memberikan update atas setiap hal yang mereka kerjakan. Dengan demikian Anda bisa mengetahui sudah sejauh mana persiapannya dilakukan para vendors.
  8. Tidak menyiapkan makanan khusus pengantin.
    Mungkin terdengar konyol, tapi percayalah seringkali para pengantin justru tidak makan dengan cukup di acara pernikahan mereka. Padahal prosesi serta resepsi pernikahan bisa berlangsung seharian penuh, maka dapat dibayangkan apa yang terjadi jika pengantin justru tidak makan dengan cukup. Bisa-bisa penampilan pengantin jadi tidak optimal karena terlihat lesu dan pucat. Karena itu ingatkan panitia acara untuk menyediakan makanan khusus untuk Anda dan pasangan. Makanan ini berupa makanan kecil yang cukup memberi tenaga tambahan, misalnya saat perjalanan menuju tempat resepsi atau disela-sela ganti baju pernikahan. Bagaimana pun juga butuh banyak energi untuk menyapa para tamu serta menikmati momen bahagia.

Vendor yang mungkin anda suka