5 Tips Menghemat Biaya Pernikahan Tradisional Agar Sesuai Budget

oleh Anindya Paramitha [[ 1571796000000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Ide Pernikahan 

Warna:

Indonesia kaya akan keanekaragaman budayanya sehingga orang-orang Indonesia biasanya memiliki campuran etnis yang berbeda. Inilah asal mula lahirnya berbagai adat dan budaya yang diadaptasi oleh masing-masing keluarga. Ketika suatu pasangan Indonesia menikah dan memutuskan untuk megadakan pernikahan tradisional, ada banyak yang harus dipersiapkan. Biasanya, kedua pihak keluarga berkumpul untuk membahas budaya mana yang akan dimasukkan dalam acara pernikahan. Mereka dapat memilih hanya satu budaya tertentu, atau campuran dari berbagai budaya.

Tentu saja, pernikahan tradisional seperti ini menambah biaya pengeluaran pernikahan secara keseluruhan. Misalnya, jika para calon mempelai memilih campuran dua adat, katakanlah pemberkatan atau akad dengan adat Sunda kemudian resepsi dengan adat Jawa, artinya terdapat dua pakaian tradisional berbeda yang harus dikenakan oleh pasangan serta keluarga mereka. Belum lagi ritual serta tata rias yang berbeda. Pernikahan tradisional yang menggunakan satu adat pun memiliki banyak biaya tambahan. Dari dekorasi tradisional, yang biasanya lebih mahal daripada dekorasi modern, hingga menyewa pemandu ritual tradisional serta properti tradisional.

  • 5 Tips Menghemat Biaya Pernikahan Tradisional Agar Sesuai Budget - 001

Jadi, bagaimana caranya memastikan bahwa anggaran pernikahan tidak meluap karena pengeluaran untuk kebutuhan pernikahan tradisional? Berikut adalah beberapa tips dari Kenanga Puspitasari, konsultan pernikahan dari Hilda spesialis perencanaan pernikahan tradisional:

1. Alokasikan anggaran Anda sejak awal

Kenanga menyarankan setiap pasangan untuk mengalokasikan anggaran mereka dari awal. Misalnya, Anda dapat mengalokasikan 50% dari total anggaran Anda khusus untuk venue dan katering. Dengan cara ini, Anda dapat menghabiskan jumlah uang yang tepat untuk kategori yang Anda prioritaskan. Saat Anda mengetahui alokasi pengeluaran Anda dari awal, akan lebih mudah untuk mengontrol pengeluaran Anda untuk pernikahan tradisional. Ingatlah bahwa pernikahan tradisional memiliki lebih banyak kategori daripada pernikahan internasional, jadi Anda mungkin harus melakukan lebih banyak pembagian alokasi anggaran.

2. Prioritaskan vendor Anda

Menentukan prioritas juga juga harus dilakukan di awal perencanaan anggaran. Para calon mempelai dapat melakukan hal ini dengan membuat daftar satu hingga tiga kategori yang dianggap paling penting bagi mereka sehingga mereka dapat mengalokasikan anggaran yang sesuai untuk setiap vendor. "Misalnya, pasangan tersebut dapat memilih kategori dokumentasi sebagai prioritas nomor satu mereka. Artinya, mereka harus mengeluarkan dana lebih banyak untuk vendor fotografi serta videografi, dan menekan dana untuk kategori lain," jelas Kenanga. Jangan lupa juga bernegosiasi dengan vendor Anda sehingga Anda mendapatkan semua yang Anda inginkan dengan biaya yang Anda mampu keluarkan.

3. Temukan sanggar yang lengkap

Sudah umum bagi mereka yang mengadakan pernikahan tradisional untuk memiliki vendor sanggar tradisional yang menyediakan semua pakaian tradisional mereka, dari pakaian pernikahan yang dikenakan oleh pengantin hingga seragam tradisional yang dikenakan oleh keluarga besar. Untuk menghemat dana, Kenanga menyarankan untuk mencari sanggar yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan tersebut. Dari kain, aksesori, hingga sepatu, sanggar yang Anda pilih harus memiliki semuanya. Biasanya, suatu sanggar memiliki paket harga yang lebih murah bila Anda menyewa semua yang terkait dengan pakaian dari mereka.

4. Komunikasikan pembagian anggaran dengan baik

Salah satu hal yang penting dalam persiapan pernikahan adalah komunikasi antara pasangan serta keluarga dari dua belah pihak. Setiap orang yang terlibat dalam perencanaan pernikahan harus mengetahui nominal anggaran sehingga segala tambahan-tambahan kelak masih termasuk dalam anggaran tersebut. Seringkali, pendanaan untuk pernikahan dibagi. Bisa saja pembagiannya antara dua pasangan atau antara masing-masing keluarga, atau gabungan antara pasangan serta keluarga. Pastikan bahwa ada sistem untuk pembagian anggaran supaya semua orang tahu siapa yang harus membayar untuk apa. Jika seseorang ingin membayar lebih atau menambahkan sesuatu ke daftar pengeluaran, pastikan semua orang yang terlibat tahu dan menyetujuinya sebelum melakukan transaksi apa pun. Anda tentu tidak menginginkan adanya masalah keuangan antara dua keluarga yang seharusnya dipersatukan oleh pernikahan, bukan?

5. Cari vendor teman atau keluarga

Bukan untuk berharap mendapatkan "harga teman", namun berkolaborasi bersama kenalan atau saudara memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan hal-hal di atas ekspektasi. Untuk menjaga hubungan baik, sebaiknya Anda tetap menghargai biaya yang sudah mereka tetapkan di pasar untuk mengapresiasi profesi mereka. Niscaya, vendor teman atau keluarga akan memberikan upaya dua kali lipat karena Anda bukanlah sekedar klien. Bahkan, terkadang mereka memberikan bonus servis yang tidak Anda sangka, atau mungkin harga khusus.

Sudah siap dengan anggaran pernikahan tradisional Anda? Sekarang saatnya mencari vendor yang tepat di tautan ini.


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]