Blog / Wedding Ideas / 10 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Test Food Sebelum Pernikahan

10 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Test Food Sebelum Pernikahan

Warna:
Tambahkan ke Board
10-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-test-food-sebelum-pernikahan-1

Photography: Sayher Heffernan

Test food adalah salah satu langkah yang penting dalam masa persiapan pernikahan. Karena menu dan rasa dari makanan yang dihidangkan dalam acara sudah pasti akan meninggalkan kesan bagi para tamu. Jadi, ketika sedang mencicipi makanan baik dari katering yang sudah terpilih, maupun melakukan trial bagi kandidat vendor, perhatikanlah 10 hal berikut ini:

  1. Ketika Anda sedang melakukan test food untuk beberapa vendor kandidat, pastikan menu yang dipilih adalah yang sesuai dengan anggaran yang Anda miliki. Apabila Anda mencicipi makanan dalam sebuah acara pameran pernikahan, maka catat makanan yang Anda pilih dan bandingkan dengan daftar harga setelah pameran usai.
  2. Saat melakukan test food sebelum hari pernikahan, biasanya ada jumlah maksimal orang yang dapat dibawa di hari tersebut. Ingatlah, semakin banyak kepala maka semakin banyak pendapat. Jadi, pastikan Anda memilih orang yang pendapatnya dipentingkan, seperti para orang tua dan juga saudara kandung. Jika memungkinkan ajaklah Wedding Planner agar mereka pun dapat memberikan masukan dan mengontrol vendor katering pilihan pada hari H.
  3. Perhatikan kualitas bahan-bahan yang digunakan dalam makanan yang disajikan. Hal kecil seperti daun selada yang layu atau buah yang hampir membusuk dapat menjadi tanda seberapa vendor memerhatikan kualitas sajian makanannya.
  4. Perhatikan pula jumlah porsi yang disajikan, khususnya untuk makanan pembuka, canapé, atau kudapan lain yang tidak termasuk dalam menu prasmanan. Jika porsi sajian pada hari pernikahan akan berbeda dengan saat test food mintalah estimasi porsi agar Anda bisa mendapatkan gambaran dari vendor katering.
  5. Jangan lupa untuk memastikan pula porsi sajian pada saat test food, apakah sekedar mencicipi dengan porsi kecil atau cukup banyak untuk santapan makan. Jangan sampai anggota keluarga datang dalam keadaan lapar atau belum makan, namun porsi makanan yang disajikan tak cukup mengenyangkan.
  6. Presentasi makanan sama pentingnya dengan rasa. Jika tampilan makanan yang disajikan masih belum cocok dengan selera Anda, jangan ragu untuk memberikan masukan dari segi warna, garnish, saus, dan lain sebagainya.
  7. Jika pernikahan Anda dilangsungkan dalam format sit-down dinner maka tentukan atau tanyakan pula peralatan makan yang akan disediakan bagi para tamu di hari tersebut. Bila tampilan alat makan atau susunan meja yang ditawarkan masih belum Anda sukai, mintalah beberapa opsi yang lebih sesuai dengan tema yang Anda inginkan.
  8. Jika chef atau perwakilan dari pihak katering tidak dapat hadir pada test food di hari itu, pastikan ada seseorang yang mencatat dan menyampaikan masukan dari keluarga pada vendor, entah WO atau mungkin tim dari venue.
  9. Jangan lupa untuk memerhatikan dietary restriction dari para tamu. Hindari makanan yang memiliki bahan yang dapat menyebabkan alergi dan berikan opsi halal atau vegetarian bagi tamu yang hadir.
  10. Inti dari test food adalah mencoba makanan dan menyesuaikannya pada selera Anda. Jadi, jika makanan terasa terlalu asin, terlalu pedas, atau kurang berbumbu, sampaikanlah dengan jujur dan sopan pada sang koki. Atau, jika Anda merasa bahan makanan dari menu tersebut perlu diganti (misalnya, dari udang menjadi ayam) jangan segan untuk menyampaikannya pula. Bila pihak katering tidak dapat menyanggupi permintaan Anda, carilah jalan tengah yang dapat membuat semua pihak puas.

Vendor yang mungkin anda suka