Pesona Pernikahan Outdoor Angie dan Febyan dengan Konsep New Normal di Amanjiwo

oleh Alycia Putri [[ 1596074400000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Real Wedding 

Warna:

Keluarga besar Angie dan Febyan sudah saling mengenal sejak lama. Kakek buyut Febyan mengadopsi kakek dari Angie dan membawanya dari Tiongkok ke Indonesia. "Sebenarnya secara teknis saya dan Febyan terikat, tetapi tidak sedarah," jelas Angie. Namun, pertemuan keduanya untuk yang pertama kali terjadi ketika sepupu dari Angie mengadakan sebuah acara di Singapura. "Kami berkencan selama enam bulan, kemudian ia melamar saya ketika kami sedang berlibur ke Chicago di hadapan keluarga, teman-teman, dan seluruh kerumunan yang ada di acara Light Zoo. Satu setengah tahun kemudian kami menikah," cerita sang mempelai perempuan.

Melangsungkan pernikahan di tengah masa transisi new normal tidaklah mudah, namun hal tersebut tidak membuat kedua pasangan pengantin ini menjadi stres dan tetap berusaha untuk saling mengerti, apalagi keduanya juga harus memberikan pengertian mengenai kondisi ini kepada orang tua mereka. "Awalnya kami ingin menikah di Italia, tapi harus dibatalkan karena COVID-19. Kami menginginkan pernikahan outdoor, seperti di halaman belakang rumah, dan akhirnya kami sepakat untuk melangsungkan janji suci di Amanjiwo karena memiliki suasana alam yang indah, serba hijau, dan intim," ungkap Angie. Dampak dari pasca pandemi ini juga berpengaruh pada resepsi pernikahan mereka yang dilangsungkan di Bali harus tertunda hingga Februari 2021.

Selebrasi hari bahagia dalam kondisi new normal tentunya membuat Angie dan Febyan sangat mengutamakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan face shield, serta membatasi jumlah tamu hanya 30 orang saja. Dukungan dan peran vendor juga sangat membantu dalam menyukseskan pernikahan mereka. "Seluruh kru The Wedding Atelier, tim fotografi Iluminen, dan makeup artist Archangela Chelsea sangat berperan baik dalam memberikan solusi serta dukungan sehingga semuanya terkontrol dan tidak ada perubahan budget untuk pernikahan kami," ujar Angie.

Tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk menjadi sepasang suami-istri merupakan satu-satunya alasan Angie dan Febyan untuk tetap menikah tepat pada tanggal 12 Juli 2020 daripada menundanya. "Pernikahan adalah pengalaman sekali seumur hidup, jadi nikmati saja prosesnya dan beriman kepada Tuhan karena rencana kita tidak ada artinya tanpa persetujuan-Nya," tutur Angie.


KREDIT KE VENDOR:

  • Venue:

    Amanjiwo Resort

  •  | 
  • Fotografi:

    ILUMINEN

  •  | 
  • Videografi:

    Bare Odds

  •  | 
  • Wedding Planner: The Wedding Atelier
  •  | 
  • Hair & Makeup: Archangela Chelsea

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]

Tampilkan