Pernikahan Penuh Bunga dengan Semburat Warna Ungu di Sentosa

oleh Karina Leviani Mar 12, 2017 | 09:00 di Real Weddings 

Warna:


Michelle dan Sean pertama bertemu pada tahun 2008. "Kami diperkenalkan pada pernikahan saudari saya; Sean adalah sahabat sang mempelai pria. Kami hanya sepintas mengucapkan 'halo' dan tidak banyak berbincang setelahnya," kenang sang pengantin wanita. Empat tahun kemudian, keduanya kembali bertemu. "Kami sama-sama menghadiri acara ulang tahun kakak ipar saya, namun Sean belum berani untuk menyapa saya. Setelah bertemu beberapa kali lagi setelah itu, barulah ia menambahkan saya sebagai teman di Facebook. Bahkan setelah itu pun, ia masih menunggu setahun untuk mengirimkan pesan!" tutur Michelle.

Walau begitu, cinta mereka tidak butuh lama untuk merekah. "Saya memiliki banyak kesamaan dengan Michelle; nilai, prinsip, serta tujuan untuk masa depan," ujar Sean. Michelle sendiri terpikat dengan kebaikan hati Sean. "Ia selalu terbuka untuk mencoba hal baru dan ini membuat hubungan dengannya jadi begitu menyenangkan. Kami selalu saling mendorong dan mencoba untuk menjadi versi terbaik dari diri kami," jelasnya.

Suatu hari, Sean mengajak Michelle untuk menghadiri pernikahan saudarinya di Los Angeles, California. "Saya mengajaknya untuk bertamasya bersama saya seusai acara dan merencanakan rute yang melewati Napa Valley. Saya melamarnya saat kami sedang berjalan-jalan di tengah kebun anggur," Sean mengenang. Michelle pun menambahkan, "Benar-benar tak terduga, namun sangat sempurna. Ia tahu betul bagaimana saya menginginkannya, sehingga saya tak hentinya menangis!"

Michelle sudah lama membayangkan sebuah pernikahan dengan bunga-bunga berwarna merah serta ungu, dan ia memilih vendor-vendor yang tepat untuk merealisasikan visinya. "Jessica dari Wedrock Weddings melakukan styling dengan sempurna. Manajer banquet dari Amara Sanctuary, venue kami, juga amat atentif. Begitu juga fotografer kami, Annabel Law juga banyak sekali membantu sepanjang hari itu," papar Michelle.

Satu hal lagi yang menarik dari pernikahan pasangan ini adalah daftar lagu mereka. "Kami memainkan lagu rock dari tahun 1950 sampai lagu zaman ini, dengan fokus di musik era 1980an. Para tamu pun ikut bernyanyi sembari mereka makan!" Michelle berkata. Namun di atas semuanya, ada satu momen yang berkesan bagi Sean,"Melihat pengantin saya berjalan ke arah saya di kapel untuk acara pemberkatan diiringi musik yang lembut, adalah momen yang paling tak terlupakan."


KREDIT KE VENDOR:

  • Hair & Makeup: Shermaine from TWC
  •  | 
  • Photography: Annabel Law Productions
  •  | 
  • Dress & Attire: Thomson Wedding Collection | The BMD Shop - Your Bridesmaid Dresses Specialist
  •  | 
  • Wedding Planning:

    Everitt Weddings

  •  | 
  • Entertainment (Music): Love & Co
  •  | 
  • Wedding Cake:

    Amara Sanctuary Resort Sentosa

  •  | 
  • Venue:

    Amara Sanctuary Resort Sentosa

  •  | 
  • Wedding Shoes: Badgley Mischka | Alessandro
  •  | 
  • Flowers:

    Sing See Soon

  •  | 
  • Boutonnieres & Corsages: Thomson Wedding Collection

Temukan inspirasi pernikahan, pilihan vendor baru dan terbaik, serta beragam artikel menarik seputar tren dan hubungan pernikahan. Download aplikasi Bridestory sekarang di App Store dan Google Play Store

Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]

Tampilkan