Foto Pre-Wedding Kasual dengan Sentuhan Artistik di Jepang

oleh Michelle Phang [[ 1499047200000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Pre-Wedding 

Warna:


Nathalia pertama kali bertemu dengan Ricky saat ia mengunjungi kafenya. "Kami diperkenalkan oleh seorang teman, " kenang Nathalia. Suatu hari, keduanya pergi ke Bali untuk membantu lamaran seorang sahabat. Tanpa sepengetahuan Nathalia ternyata setelah menyaksikan lamaran tersebut, Ricky pun menanyakan pertanyaan yang sama! "Saat itu sungguh tak terlupakan, saya sangat bahagia karena para sahabat kami pun berada di sana," ceritanya lebih lanjut.

Pasangan ini pun segera merencanakan pemotretan pre-wedding yang kasual yang natural, seolah keduanya sedang pergi berlibur bersama. "Kami berdua sangat menyukai Jepang dan benar-benar memilih sendiri tempat yang ingin kami kunjungi sebagai lokasi foto kami," tutur Nathalia. Pulau seni Teshima dan Naoshima adalah pilihan yang mudah karena telah lama berada dalam daftar Nathalia. "Kami kemudian menambahkan bukit pasir Tottori dan memutuskan untuk menetap di Osaka, sebagai kota besar terdekat yang dapat kami jangkau," jelasnya.

Mereka memulai petualangan mereka di bukit pasir Tottori bersama fotografer Tedi Tioanda dari Monopictura. Keduanya mengenakan pakaian kasual dengan nuansa netral abu-abu, biru, dan krem yang melengkapi latar bukit pasir yang mengagumkan. Meskipun cuaca dingin, Nathalia dan Ricky memancarkan sebuah kehangatan saat mereka tengah menikmati momen-momen intim bersama.

Memilih untuk tinggal di Osaka juga memiliki keuntungan tersendiri, karena pasangan ini dapat mengambil beberapa foto di taman kota dan jalan-jalan yang menarik untuk diabadikan. Sekali lagi, Tedi berhasil menangkap begitu banyak momen otentik di antara keduanya. Nathalia sangat cantik dengan gaun berwarna gading, pakaian paling formal dari keseluruhan perjalanan, sementara Ricky tampak menawan di sebelahnya dengan setelan jas abu-abu.

Nathalia akhirnya berhasil mencoret bucket list miliknya ketika mereka mengunjungi Rumah Benesse dan Museum Seni Teshima. "Kami baru tahu beberapa hari sebelumnya bahwa fotografi profesional tidak diperbolehkan di area ini," kenangnya, "Untungnya, kami bisa memotret dengan kamera saku!" ia menambahkan seraya menutup pembicaraan.


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]