8 Cara untuk Bertengkar Secara Efektif dengan Pasangan

oleh Bridestory [[ 1560218400000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Tip Hubungan 

Warna:

  • 8 Cara Untuk Bertengkar Secara Efektif Dengan Pasangan - 001

Argumen dan pertengkaran adalah sesuatu yang hampir tidak bisa dihindari oleh pasangan dalam sebuah hubungan, terutama yang bersifat jangka panjang seperti pernikahan. Kita kerap bertengkar dengan pasangan karena kita adalah dua individu dengan pola pikir dan cara pandang yang berbeda, maka adalah hal yang wajar jika sesekali ada opini yang bertentangan dengan satu sama lain. Meski tampaknya hal ini adalah hal yang buruk, namun sebenarnya Anda dapat saling belajar tentang pribadi pasangan dan semakin mengerti cara berkomunikasi yang lebih baik melalui perselisihan yang dihadapi. Tapi hal ini bisa tercapai hanya jika Anda berdua bertengkar dengan cara yang adil, efektif, dan dengan tujuan untuk menemukan ide dan solusi bersama, bukan sekadar untuk melampiaskan amarah dan emosi pada pasangan. Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Berhenti saling menyalahkan

Pertama-tama, Anda berdua harus berhenti saling menyalahkan satu sama lain saat menghadapi sebuah masalah. Hal ini hanya akan menyabotase hubungan Anda, membuat pasangan merasa diserang dan mendorongnya untuk bersikap defensif. Jika Anda kerap saling menunjuk dan menyalahkan satu sama lain hingga ke tahap yang berlebihan, maka akan sulit untuk menemukan akar masalahnya. Faktanya, tidak akan ada yang menang dalam pertengkaran seperti ini. Jadi lebih baik Anda fokus pada hal baik dan kelebihan yang dimiliki pasangan, ingatlah meski ia memiliki kekurangan namun ia juga memiliki kualitas positif yang membuat Anda jatuh cinta padanya.

2. Buat permintaan, bukan keluhan

Ubah nada bicara Anda dari "kenapa sih tidak ada yang pernah membantu saya di rumah?" menjadi "bisakah kamu membantu mencuci piring sembari saya melipat pakaian?". Dengan demikian suami dapat mengetahui persis apa yang Anda minta dan butuhkan. Jangan berharap ia dapat membaca pikiran Anda dan jangan mengisi perdebatan dengan keluhan-keluhan panjang tanpa menyampaikan dengan jelas dan jujur apa yang sebenarnya Anda harapkan dari pasangan.

3. Saling mendengarkan

Saat sedang berdebat dengan sengit, Anda mungkin merasa ingin mengeluarkan semua unek-unek. Namun ingatlah untuk bicara secara bergiliran, beri pula pasangan waktu untuk mengekspresikan perasaannya dan dengarkan dengan seksama klarifikasi yang ia berikan. Tentu akan sulit untuk saling mendengar perkataan saat Anda berdua sibuk saling menyela dan memutuskan kalimat masing-masing, hanya karena ingin bicara lebih keras. Beri jumlah waktu yang adil untuk saling bicara dan mendengarkan. Dengan begitu, Anda bisa mendapat informasi yang berharga tentang kesulitan yang dihadapi pasangan, mencerna isi dan makna perkataannya, serta memahami alasan di balik perbuatannya.

4. Jangan kabur atau menghindar

Sebuah tanda hubungan yang sehat adalah yang sepasang suami istri yang sungguh-sungguh mengomunikasikan kegelisahan dan permasalahan yang mereka rasakan pada satu sama lain. Jadi, jika ini memang saatnya untuk berdiskusi dan menyelesaikan masalah yang ada, lakukan dan jangan pergi atau menghindar sebelum Anda berdua mencapai sebuah kesepakatan. Cara ini akan membantu Anda untuk menyelesaikan masalah secara cepat, tanpa membuang waktu atau memberi ruang untuk mengabaikannya atau berpura-pura masalah tersebut tidak penting. Ingatlah bahwa pertengkaran ini merupakan hal sementara yang dapat cepat berlalu jika Anda menyelesaikannya dengan efisien bersama-sama.

5. Tahu bagaimana dan kapan harus beristirahat

Anda tentu tidak dapat berpikir logis dan efektif saat kelelahan, sangat emosional, atau di bawah tekanan yang berat. Jadi, jangan terus mendorong pertengkaran jika salah satu dari Anda tampak lelah atau tak lagi sanggup menghadapi panasnya perdebatan tersebut. Meski sedang bertengkar, Anda berdua tetap harus saling menjaga! Tarik nafas dalam, atur kembali pikiran Anda, dan biarkan suasana mendingin untuk beberapa saat, masa istirahat ini dapat menghindarkan Anda dari kemungkinan untuk mengucapkan hal-hal yang mungkin hanya terlontar karena Anda merasa emosi atau frustasi serta membuat pertengkaran Anda tetap fokus pada hal utama daripada menyebar ke area lain.

6. Jangan bersikap kasar atau abusive

Seburuk apapun situasinya, ingatlah untuk tetap selalu bersikap penuh kasih sayang dan pengertian terhadap satu sama lain. Jangan bersikap kasar terhadap pasangan atau dengan sengaja menyakitinya secara fisik maupun mental. Perhatikan baik-baik ucapan yang keluar dari bibir Anda, karena meski hal itu terucap saat Anda sedang marah namun perkataan tersebut tak bisa Anda tarik kembali dan bisa menyakiti perasaan pasangan secara jangka panjang.

7. Belajar dari pertengkaran yang lalu

Jika ini bukanlah pertengkaran pertama Anda dengan pasangan, maka cobalah mengingat bagaimana cara yang benar dan yang salah saat menghadapinya di perdebatan yang lalu. Jika Anda tahu bahwa ia sensitif dan rapuh jika disinggung soal keluarganya, maka sebisa mungkin bahas topik tersebut dengan hati-hati dan jangan menggunakan kelemahannya sebagai senjata untuk menyakitinya secara personal. Kalau Anda melihat dari pengalaman bahwa suami adalah tipe orang yang cenderung diam dan membutuhkan waktu sendiri sejenak saat menghadapi masalah, berikanlah waktu yang ia butuhkan tersebut. Jadikan pertengkaran-pertengkaran ini sebagai bentuk pembelajaran dan cara untuk mengenal satu sama lain lebih baik.

8. Ingat bahwa Anda adalah sebuah tim

Pada akhirnya, ingatlah bahwa Anda dan suami berada di tim yang sama dalam kehidupan rumah tangga ini, bukan lawan yang berada di sisi yang berbeda. Jadi jangan bertengkar untuk menjadi seorang pemenang dan membuat suami pihak yang kalah, atau untuk membuktikan bahwa Anda benar dan ia selalu salah. Cara untuk bertengkar secara efektif adalah dengan siap untuk bernegosiasi dan melakukan kompromi dalam mencari jalan keluar dan kesepakatan bersama untuk membuat pernikahan Anda lebih baik dan lebih dewasa.


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]