10 Tahap dalam Susunan Acara Lamaran Pernikahan

oleh Karina Leviani & Alycia Putri [[ 1586916000000 | amDateFormat:'ll | HH:mm' ]] di Ide Pernikahan 

Warna:


Prosesi lamaran pernikahan merupakan acara yang dinantikan oleh calon pengantin beserta keluarganya. Pada saat inilah, pihak keluarga pria secara resmi meminang sang mempelai perempuan untuk memasuki jenjang pernikahan. Biasanya, acara lamaran dilakukan sekitar tiga hingga enam bulan sebelum hari pernikahan diadakan.

Banyaknya ragam tradisi pernikahan seringkali menimbulkan kebingungan ketika menyusun konsep dan rundown acara lamaran. Padahal, ada garis besar acara yang dapat diterapkan untuk lamaran dengan adat apa pun. Kenanga Puspita selaku perencana pernikahan dari Hilda by Bridestory memberikan beberapa gambaran umum mengenai susunan acara lamaran yang lazim diadakan di Indonesia.

1. Kedatangan keluarga besar calon mempelai pria
Prosesi lamaran dimulai ketika keluarga mempelai pria tiba di rumah mempelai wanita. Kemudian, pihak mempelai wanita akan menyambut serta mempersilakan keluarga mempelai pria untuk masuk ke dalam rumah atau venue lain di mana acara dilangsungkan.


2. Penyerahan seserahan
Calon mempelai pria yang datang akan didampingi oleh rombongan keluarga besar. Biasanya, pihak keluarga dari calon mempelai pria membawa seserahan untuk diberikan kepada calon mempelai perempuan.


Photography: Mindfolks


3. Pembukaan acara oleh pembawa acara atau MC
Pembawa acara akan mempersilahkan seluruh tamu yang hadir untuk duduk. Pembawa acara menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih atas kehadiran seluruh pihak dengan disertai oleh doa. MC akan menjelaskan urutan acara lamaran secara singkat. Biasanya, diselipkan juga sedikit nasehat serta cerita singkat tentang kedua calon mempelai yang akan menikah. Kemudian, ia pun menanyakan maksud kedatangan keluarga pria ke kediaman keluarga wanita.


4. Perwakilan calon mempelai pria mengutarakan maksud dan tujuan
Perwakilan keluarga dari calon mempelai pria akan mengutarakan maksud kedatangan mereka, yaitu untuk melamar sang mempelai perempuan. Kemudian, ia akan menanyakan kesediaan sang mempelai perempuan untuk menikahi mempelai pria.


Photography: Derai


5. Perwakilan calon mempelai perempuan menanggapi maksud dan tujuan calon mempelai pria
Prosesi lamaran dilanjutkan dengan jawaban dari perwakilan keluarga calon mempelai perempuan. Kemudian, juru bicara memanggil calon mempelai perempuan dan sang ayah dari calon mempelai perempuan menanyakan kesediaan anaknya untuk dilamar. Setelah itu, calon mempelai perempuan memberikan jawaban, dan apabila lamaran tersebut diterima, maka kedua calon mempelai saling memberikan tali kasih dalam bentuk cincin dan seserahan.


Phoography: Morden


6. Perkenalan masing-masing keluarga
Acara lamaran dilanjutkan dengan sesi perkenalan untuk mempererat hubungan antara dua keluarga. Pihak mempelai pria memperkenalkan setiap anggota keluarga yang hadir, diikuti dengan perkenalan pihak mempelai wanita. Biasanya, sesi perkenalan keluarga bersifat lebih informal, diiringi dengan canda tawa sebagai bentuk untuk saling mengenal dan mencairkan suasana.


7. Pembacaan doa
Prosesi lamaran ditutup dengan doa singkat agar seluruh perencanaan pernikahan dapat berjalan dengan lancar. Doa bisa dipimpin oleh salah satu perwakilan dari pihak keluarga atau pemuka agama.


Photography: Derai


8. Penyampaian ucapan pamit dari calon mempelai pria
Sebelum mengakhiri acara lamaran, calon mempelai pria beserta keluarga mengucapkan pamit kepada keluarga besar calon mempelai perempuan.


9. Penyampaian ucapan terima kasih dari calon mempelai perempuan
Setelah calon mempelai pria berpamitan, calon mempelai perempuan mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan niat baik dari calon mempelai pria.


10. Pemberian seserahan balik dari calon mempelai perempuan kepada calon mempelai pria.
Calon mempelai perempuan kemudian memberikan seserahan balik kepada calon mempelai pria. Sesuai kesepakatan sebelumnya, keluarga calon mempelai perempuan memberikan seserahan balasan yang juga berisi makanan atau kebutuhan sehari-hari untuk sang calon mempelai pria.


Photography: Morden


11. Ramah tamah dan makan bersama
Sebagai wujud perayaan akan berakhirnya proses lamaran, kedua keluarga menikmati santapan siang atau malam bersama. Acara makan-makan ini juga menjadi kesempatan bagi para tamu untuk saling mengenal dan mengobrol dengan lebih santai.


12. Sesi foto bersama
Foto bersama seluruh keluarga juga dilakukan sebelum pihak calon mempelai pria meninggalkan kediaman calon mempelai perempuan.


Photography: Derai

Bagi Anda yang ingin melangsungkan acara lamaran dengan adat Jawa, Anda bisa cari tahu mengenai seserahan adat Jawa di halaman berikut ini!


KREDIT KE VENDOR:


Kirim Komentar Anda

BACA [[ blogCommentsCtrl.commentsCount ]] Komentar

[[ comment.createdAt | amDateFormat : 'll | HH:mm' ]]

[[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]] [[ comment.account.data.accountable.data.displayName ]]

[[ comment.content ]]

Tampilkan